Jokowi: Politik Itu Banyak Jahatnya!

BANTEN, kabar1.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan warga agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di tahun politik ini. Sebab, kata Jokowi, politik itu banyak jahatnya.
Jokowi mengatakan dalam waktu dekat sebanyak 171 wilayah Indonesia akan menjalani pilkada serentak, baik itu pemilihan gubernur, bupati, maupun wali kota. Selain itu, tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dimulai Agustus 2018.

“Yang mau saya sampaikan, marilah kita menyadari sama-sama bahwa kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air. Beda pilihan silakan. Ini adalah pesta demokrasi,” kata Jokowi saat menghadiri Harlah ke-93 Al Khairiyah dan silaturahmi dengan 1.000 ulama Banten di Gedung Yayasan Al Khairiyah, Citangkil, Cilegon, Banten, Jumat (11/5/2018).

Baca juga :  Sambut PHBN Muspika Kecamatan Cimarga Gelar Turnamen Muspika Cup

Jokowi pun mengingatkan, jangan sampai perbedaan pilihan baik di Pilkada maupun Pilpres nanti membuat perpecahan antar sesama. Dia tak mau antara warga, tetangga, dan saudara tidak saling sapa hanya karena perbedaan sikap politik.

“Jangan sampai beda pilihan bupati, wali kota, atau gubernur atau pilpres kita ini retak atau tidak saling sapa antar tetangga, antar kampung, antar teman, rugi besar. Biaya sosialnya terlalu besar. Hanya urusan pilkada setiap 5 tahun,” katanya.

Baca juga :  Independen Siap 'Salip' Calon Parpol

“Saya selalu sampaikan, pilihlah pemimpin yang dianggap paling baik, dicoblos, jangan sampai dibawa ke mana-mana, bertahun-tahun tidak saling sapa antar teman, antar tetangga, antara kampung, rugi besar kita. Ini adalah hajatan politik,” imbuhnya.

Pesan tersebut bukan sembarangan disampaikan Jokowi. Sebab, Jokowi menilai dalam politik itu banyak hal jahatnya. “Dan kadang yang namanya politik itu banyak jahatnya. Coba saja lihat di media sosial ramainya. Lihat, buka, kita ini lupa bahwa kita saudara, mestinya yang kita perkuat ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan lebih besar lagi ukhuwah insaniyah dan bashariah kita jaga sama-sama. Jiwa sosial, jangan saling mencela, mengejek, menjelekkan, saling mencemooh, saling curiga, ujaran kebencian, ujaran kedengkian,” tegas Jokowi.

Baca juga :  Panwascam Evaluasi Pilkada Serentak 2018 Kabupaten Subang

Jokowi pun menambahkan, sebaiknya masyarakat selalu membangun rasa optimis dan berfikiran positif. “Yang dibanguan mestinya berfikir dengan penuh kecintaan, berfikir dengan penuh kepositifan, berprasangka baik. Mestinya begitu. Kita ini negara besar,” ujar Jokowi.FUZ*