Jokowi Ngantor di Istana Bogor, Ini yang Dilakukan Pemkot Bogor

52

BOGOR, Kabar1.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mempersiapkan salah satunya bidang infratruktur untuk menunjang berkantornya Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor selama Desember tahun ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya telah melakukan persiapan, juga pembahasan dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) serta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Bua Maryoto.

“Seperti jaringan PLN dan PDAM akan dicek karena akan ada peningkatan akivitas di Istana Bogor. Selain itu, koordinasi lalu lintas dan antisipasi parkir apabila ada rapat kabinet baik terbatas ataupun yang lengkap, karena memerlukan ruang parkir. Kita akan segera cari titik-titiknya dimana,” ujar Bima, Rabu (22/11/2017).

Begitu juga mengenai pengamanan, kata Bima, satu sampai dua bulan kedepan akan lebih ekstra di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB).

“Rencananya mulai per 1 Desember 2017, Presiden Jokowi ngantor di Istana Bogor. Itu karena ada renovasi di Istana Jakarta,” tambahnya.

Dijelaskan juga, bahwa dalam pertemuan dengan Staf Kepresidenan dibahas beberapa hal terkait pembangunan yang ada dalam menunjang tamu yang datang ke kota Bogor.

Kedatangan mereka kemarin ingin menjembatani apa yang menjadi kepedulian presiden dan kebutuhan kota Bogor..

“Mereka ingin mengakselerasikan kebutuhan-kebutuhan percepatan program yang ada di kota Bogor dan progres pembangunannya,” ungkap Bima.

Menurut dia, seringnya tamu Negara ke Istana Bogor tentunya harus direspon dengan penerimaan yang baik dan penataan kota, karena kota Bogor sudah menjadi etalase bagi wajah Indonesia.

“Pastinya akan banyak tamu-tamu negara yang datang ke Istana Bogor,” imbuhnya.

Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Staf Kepresidenan, Nanda Hasibuan mengatakan, pertemuan dengan Wali Kota Bogor yang dilakukannya bertujuan untuk menciptakan dan menjaga sinergitas antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Kota Bogor.

“Intinya bagaimana memastikan program prioritas presiden bisa berjalan dan kami diskusikan tantangan serta sumbatan-sumbatan (bottleneck) yang harus dicari solusinya. Ini merupakan pertemuan yang berkala,” tandasnya. (HRS)

Komentar anda