BOGOR – Polemik seputar keterlambatan pencetakan e-KTP, menjadi sorotan utama dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bupati Bogor, Ade Yasin pada Selasa (18/2/2020), kemarin. Kurangnya blangko dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam pendistribusian kartu identitas warga ini.

Menyikapi hal ini, Kabid Dafduk pada Disdukcapil Kabupaten Bogor, Ani Nurhaeni menegaskan, sejatinya keterlambatan ini tidak akan terjadi bila seluruh perangkat sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung memadai. Bahkan, diakuinya, jika semua fasilitas pendukung dalam pencetakan e-KTP terpenuhi, bukan tidak mungkin, pihaknya bisa mencetak seribu e-KTP dalam sehari.

Sebagai contoh, Ani menjabarkan, per-Rabu (19/2/2020) pukul 09.00 WIB, pihaknya sudah berhasil mencetak 212.191 e-KTP. “Namun sekarang kita hanya mendapat blangko yang terbatas. Dan sumber daya manusia di kami pun masih minim. Hanya ada 20 orang operator itu pun saya pinjam dari UPT. Bukan hanya itu, kendala lain adalah terbatasnya film dan rebound yang juga menjadi hal yang penting dalam pencetakan,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (19/2/2020).

Kendati begitu, diakui Ani pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencetakan e-KTP. Salah satunya menambah waktu kerja para operator yang ditambah hingga lembur malam. “Kita juga terus berkoordinasi dengan bidang lain yang saling berkaitan seperti piak dan sekretaris sarpras jika ada kendala. Seperti server atau kehabisan film dan rebound tadi. Bahkan, saya juga tak segan-segan berkoordinasi dengan pihak ketiga penyedia sarpras agar kebutuhan kita terpenuhi,” paparnya.

Pasalnya, diakui Ani, jika dari ketiga rangkaian bidang yang saling berkesinambungan diatas tak berjalan, dipastikan proses pencetakan terhambat. “Jika tak ada film atau blangko, paling kita hanya bisa entri data. Tapi kan percuma tak bisa cetak,” ungkapnya.

Semenatara itu, Kabid Piak, Disdukcapil Kabupaten Bogor, Dadan Dulmatin memastikan jika server pada proses pencetakan e-KTP terus berjalan dengan maksimal. “Kita pantau terus, termasuk yang ada di Kecamatan. Jika ada yang mati, kita akan langsung ke lokasi untuk memperbaiki agar proses layanan terus berjalan,” sebutnya.

Diakui Dadan, kedepan pihaknya juga terus berupaya melakukan sejumlah inovasi untuk memudahkan informasi kepada warga. Salah satunya dengan membangun sebuah sistem aplikasi yang dapat memberikan info terkait status pencetakan e-KTP.

“Saat ini banyak warga yang harus bolak-balik ke Disdukcapil untuk menanyakan e-KTP. Kedepan kita akan fasilitasi melalui aplikasi sms gate away dan WA untuk memudahkan warga. Baru seminggu ini kita jajaki,” tandasnya. WAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Soal Pajak ADD-DD, Ini Kata Kejari Bogor

BOGOR, www.kabar1.com – Polemik pembayaran pajak yang harus disetorkan para kepala desa…

Pemkab Bogor Selaraskan Pemahaman Isu

BOGOR, www.kabar1.com – Pemerintah Kabupaten Bogor berharap, agar silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah…

Polri Siagakan Pengamanan Jelang Pendaftaran Capres

JAKARTA, www.kabar1.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiagakan sejumlah anggota untuk…

Dinsos Kabupaten Bogor Tanggap Bencana

BOGOR, www.kabar1.com – Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bogor Chaerudin Pelani membuka secara…