Home / Pemerintahan

Jumat, 11 Januari 2019 - 09:24 WIB

Jarang Kelapangan, Lurah/Camat Akan ‘Dipecat’

BOGOR – kabar1.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta aparatur wilayah tiga pilar, terutama camat dan lurah terus bersinergi untuk mengatasi keluhan-keluhan warga. Bahkan, akan ‘dipecat’ dari jabatannya, apabila jarang turun ke lapangan.

“Camat dan Lurah, merupakan wali kota di wilayahnya masing-masing. Jadi, harus sering turun ke lapangan. Sebentar lagi ada rotasi dan mutasi. Jadi, yang tidak pernah turun ke lapangan akan saya coret,” tegas Bima, pada Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Rakor Kamtibmas) di Kemuning Gading, Bogor Tengah, Kamis (10/1/2019).

Rakor yang dipimpin Wali Kota Bogor itu turut menghadirkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser serta Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Arm Doddy Suhadiman untuk menyampaikan arahan kepada peserta yang terdiri dari RW, Lurah, Babinsa, Bhabinkmatibmas, Camat, Danramil, Kapolsek hingga para Kepala SMA.

Baca juga :  Ratusan Siswa SMP, Ikuti lomba Kaulinan Urang Lembur

“Sejumlah catatan gangguan Kamtibmas yang saya ambil dari laporan warga melalui sosial media di antaranya,Peredaran miras oplosan di warung-warung di Sukasari, Pasar Anyar, Bantar Kemang, Tajur, Batutulis. Copet di JPO Baranangsiang. Tawuran pelajar di Cimanggu, Jalan Baru, Warung Jambu dan Empang. Minim Lampu penerangan Jembatan LP Paledang dan Tangga Ekasari Sempur,” kata dia.

Baca juga :  THR PNS Kabupaten Bogor Aman

Selain itu, anak jalanan gampang beli lem aibon buat ngelem di toko modern. Pengamen bertato di angkot minta uang secara paksa. Anak di bawah umur merokok di taman-taman. Jalan Abesin dekat Martadinata sering terjadi Curanmor Roda 2 dan Roda 4. “Belakang Masjid Raya dan sekitar Terminal Baranangsiang kurang penerangan hingga ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang berkeliaran di jalanan,” tambah Bima.

Sementara itu, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol. Arm. Doddy Suhadiman dalam arahannya menekankan kamtibmas bukan tanggung jawab milik satu atau dua instansi tetapi tanggung jawab seluruh warga Kota Bogor. “Keterlibatan warga Kota Bogor harus dimaksimalkan,” ujar Doddy Suhadiman yang segera mengakhiri masa baktinya di Kota Bogor.

Baca juga :  Alumni 74 Bogor Gelar Tepang Sono Almamater SMANSA

Sedangkan Kapolresta Bogor, Kombes Hendri Fiuser yang baru menjabat menyampaikan hal senada, seluruh potensi yang ada di elemen masyarakat harus saling bekerjasama dan bersinergi untuk menciptakan situasi aman dan nyaman bagi seluruh warga Kota Bogor.

Menurut Hendri dinamika keamanan berkorelasi terhadap situasi politik dan bisa berdampak pada aspek lainnya. “Rasa aman bukan sesuatu yang alami tetapi sesuatu yang harus diupayakan kita semua,” kata Kapolresta pengganti Kombes Ulung Sampurna Jaya itu.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Sekda Kab. Bogor Hadiri Forum Perangkat Daerah DLH

Pemerintahan

Sekda Kab. Bogor Hadiri Forum Perangkat Daerah DLH

Hukum Kriminal

Kapolsek Wajib Kawal Dana Desa
Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas

Pemerintahan

Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas

Pemerintahan

Dewan: Sidak Proyek Terlambat!