Innalillahi, Balita 2 Tahun Penderita DBD Meninggal

CIANJUR, kabar1.com – Fatimah Azahra, balita usia 2 tahun dari pasangan Suami istri Uyon (47) dan Atik (41), akhirnya meninggal setelah dirawat di RSUD Cianjur akibat terserang penyakit DBD, Jumat (21/9/1.

Fatimah yang tinggal di Kampung Cibakung Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu. meninggal dunia, setelah selama empat hari mengalami panas tinggi dan baru dirawat satu hari di RSUD Cianjur.

Bidan Puskesmas Sukaluyu, Anggi Mustika, menuturkan, pihaknya mendapat kabar dari warga dan kader Kampung Cibakung, adanya anak yang mengalami DBD.

“Kami langsung membawanya ke RSUD untuk mendapat penanganan, dari hasil lab pertama, fatimah menderita DBD kritis sehingga harus di rawat,” katanya.

Fatimah, sudah mengalami gejala itu selama empat hari jadi penanganan harus secepatnya di tindak lanjuti. Dengan keadaan panas yang tidak turun mengantisipasi adanya yang tidak di inginkan.

“Ini ke tiga kalinya warga Cibakung terserang DBD, karena sebelumnya ada juga yang dibawa ke RSUD gejala yang sama. Untuk daerah lainnya kami belum menerima laporan adanya warga kena DBD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi membenarkan, adanya warga Desanya yang terserang DBD. Selain itu, dari tiga korban DBD satu diantaranya meninggal dunia.

“Dalam seminggu kami mendapat laporan adanya tiga warga kami yang terserang DBD, Kami langsung menidaklanjuti membawa ke RSUD dua pulang namun, satu meninggal dunia, yakni Fatimah (2),” katanya.

Dari laporan keluarga Fatimah, lanjut dia, sebetulnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Ciherang Karangtengah. Namun, tidak ada laporan penyakit yang dideritanya itu DBD.

“Karena jarak Puskesmas dari Kampung Cibakung jauh jadi warga memilih membawa ke Puskesmas Ciherang yang jaraknya dekat, tetapi jawabnya hanya sakit panas biasa efek dari cuaca,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Fatimah terbaring akibat badannya yang panas tinggi dan lemas setelah terserang penyakit DBD di Kampung Cibakung, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu sehingga harus dilarikan ke IGF RSUD Cianjur, Jumat (21/9/18) siang.

Ironisnya, sesuai pengakuan Atik, meski timbul bintik-bintik merah di kaki Fatimah, sang dokter Puskesmas Ciherang hanya melakukan pemeriksaan ringan terhadapnya.

Pos terkait