Ini Yang Menyebabkan Penggabungan SPPT PBB RS Merry Terganjal

BOGOR, kabar1.com – Adanya perusahaan nakal di timur Kabupaten Bogor acap kali menyusahkan masyarakat ataupun lembaga lainnya yang bersangkutan. Salah satunya PT Thata Prakasa Nusa, yang merupakan pengembang dari perumahan Cileungsi Hijau ini belum memberikan sertifikat tanah milik Rumah Sakit (RS) Merry Cileungsi dengan luas tanah kurang lebih 2000 meter persegi.
Menurut Perwakilan Manajemen RS Merry Cileungsi, Hasan Basri mengatakan, hal ini menjadi hambatan bagi RS Merry yang akan melakukan penggabungan surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) pajak bumi dan bangunan (PBB)
“Untuk semua perizinan RS Merry telah lengkap, tinggal mengurus penggabungan SPPT PBB saja yang masih terganjal permasalah dari pihak PT Thata Prakarsa Nusa sebagai pengembang perumahan Cileungsi Hijau,” katanya kepada kabar1.com, (23/10).
Ia menjelaskan, dalam permasalahan ini pihaknya telah meminta bantuan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pajak Cileungsi untuk menjembatani permasalahan ini.
“Akhirnya PT Thata Prakarsa Nusa pun berjanji untuk segera menyerahkan berkas yang diperlukan untuk penggabungan SPPT PBB RS Merry Cileungsi ini ke UPT Pajak Cileungsi,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pajak Cileungsi Herry Gianantha mengungkapkan, pihak PT Thata Prakarsa Nusa dan RS Merry Cileungsi sudah sangat kooperatif untuk mengurus masalah ini.
“Besok kami akan melaksanakan penilaian individu atas penggabungan sertifikat RS Merry Cileungsi itu,” terangnya
Untuk itu ia berharap, permasalahan ini dapat segera selesai, sehingga kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan, dan administrasi pun dapat rapih dengan baik. (WAR)





Pos terkait