Ini Langkah Pemkot Bogor Hadapi Covid-19

Fb Img 1584190782809
Fb Img 1584190782809

BOGOR – Sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam menghadapi ancaman virus Corona atau Covid-19. Tak hanya membentu Command Center penanganan Covid-19 bernama Pusat Informasi Korona Jawa Barat (Pikobar), tapi juga menyiagakan langkah-langkah taktis lainnya.

“Kota Bogor sangat serius terkait penanganan virus Convid-19. Kita bersyukur Jawa Barat sudah punya command centre sehingga memudahkan kami di daerah untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemprov sehingga penanganan dan pemantauan terkait pasien diduga virus corona atau Convid-19 terstruktur,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip.

Ade Sarip menjelaskan di Jawa Barat ada sembilan rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19, diantaranya ada di Bandung dan Sukabumi. Sementara, Kota Bogor memilih rumah sakit rujukan ke RSPI Sulianti Saroso di Jakarta karena akses jarak dan mudah dijangkau. “Namun koordinasi dan data terbarunya tetap dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Untuk penanganan Convid-19 di Kota Bogor, lanjutnya, langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kota Bogor adalah merujuk pada Surat keputusan Gubernur Jawa Barat, protokol Kementerian Kesehatan.

“RSUD dan rumah sakit sakit swasta lainnya di Kota Bogor disiagakan dengan di bawah koordinasi Dinas Kesehatan. Selain itu, didirikan juga Posko Layanan Tanggap Convid-19 yang siaga 24 jam dengan call centre di nomor 0251-8363335 atau WhatsApp 08111116093,” terang Ade.

“Dalam waktu dekat, semua unsur yang terlibat dalam penanganan Convid-19 akan di SK-kan. Kondisi Kota Bogor, sampai hari ini pemantauan terus dilakukan di daerah, ada 19 orang yang berangkat ke Malaysia, 7 orang sudah selesai masa inkubasinya, tinggal 12 orang,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengeluarkan sejumlah arahan untuk antisipasi penyebaran Virus Corona. Diantaranya, kesiagaan ASN Kota Bogor. Dimana, jajaran Pemkot harus ada di garda terdepan dalam pelayanan dan antisipasi virus Corona. Karena itu harus menjaga kesehatan dan mengatur ritme pekerjaan. Bagi yang kurang sehat agar beristirahat di rumah sampai pulih.

Langkah kedua adalah menggencarkan sosialisasi. Humas agar terus membagikan materi sosialisasi yang sederhana dan mudah dipahami tentang pencegahan Corona. Selain itu, mengintensifkan penyebaran materi sosialisasi baik versi cetak maupun digital.

Langkah ketiga yakni, kesiapan fasilitas umum. Dinkes dan Camat serta Lurah agar cek kembali ketersediaan hand sanitizer dan alat deteksi suhu tubuh di pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya, termasuk hotel dan restoran. Perbanyak dan permudah akses cuci tangan dengan sabun di tempat umum.

Kemudian, antisipasi di jalur KRL. Dishub dan Dinkes terus kordinasi dengan PT KAI untuk pastikan ketersediaan hand sanitizer dan alat deteksi suhu tubuh di stasiun dan kereta dan himbauan menggunakan masker bagi penumpang yang sedang flu. Pastikan penyemprotan disinfektan setiap KRL memasuki Kota Bogor ketika kereta sudah kosong.

Berikutnya, sosialisasi di wilayah. Dinkes dan seluruh puskesmas agar kordinasikan dengan Camat dan Lurah untuk sosialisasikan pencegahan Corona di seluruh wilayah. Lakukan berjenjang dari kecamatan sampai RT RW.

Pembatasan Kegiatan. Tunda semua kegiatan dengan skala masa yang banyak. Tinjau kembali semua rencana dan izin kegiatan baik Pemkot ataupun warga di seluruh Kota Bogor. Dishub berkordinasi dengan Kepolisian untuk meniadakan Car Free Day di Bogor sampai kondisi lebih memungkinkan.

Lalu, sosialisasi di sekolah. Disdik agar gencarkan sosialisasi ke seluruh sekolah dan himbau untuk batasi aktivitas keluar sekolah. Terakhir, juru Bicara Pemkot. Semua keterangan dan informasi tentang Covid 19 disampaikan satu pintu melalui PLT Kadinkes dr. Sri Nowo Retno, (hp. 0877-7013-8288). */FUZ/STR

READ  Pemkot Tangsel Punya Ruang Instalasi Khusus Penanganan Virus Corona
tutup

Ad Blocker Detected!

Refresh