Ini Klarifikasi Pemkot Bogor Soal Konferensi Pers Bima Arya

Ini Klarifikasi Pemkot Bogor Soal Konferensi Pers Bima Arya 97

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Kabag Prokompim, Rudiyana memberikan klarifikasi terkait sikap PWI Kota Bogor terhadap kondisi sejumlah wartawan yang kini berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) pasca jumpa pers dengan Wali Kota Bima Arya.

Dalam pernyataan tersebut, Kabag Prokompim Pemkot Bogor, Rudiyana menyatakan, Humas Pemkot Bogor tidak pernah mengundang acara Konferensi Pers Walikota Bogor pada hari Senin, 16 Maret 2020 di Kediaman Pribadi (Pendopo) Walikota Bogor, wawancara antara Walikota Bogor dengan beberapa wartawan pada waktu itu adalah atas permintaan wartawan itu sendiri ditengah waktu istirahat Walikota Bogor setelah melakukan perjalanan panjang dari luar negeri.

“Walaupun pada saat itu, kami tengah menyiapkan perangkat video conference di Balaikota dan Pendopo, yang dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk wawancara. Wartawan yang hadir tersebut sudah mengetahui status ODP Walikota Bogor karena pernah mengunjungi salah satu negara terjangkit Covid-19 dalam 14 hari terakhir, oleh karena itu sebelum wawancara dilakukan, Walikota Bogor sengaja untuk membersihkan diri dan ganti pakaian untuk meminimalisir resiko, selain itu, sesuai protokol kesehatan, kami memberikan masker kepada semua wartawan yang hadir dan mewajibkan untuk dipakai, lalu jarak antara Walikota Bogor dengan wartawan antara 1 hingga 2 meter,” katanya.

Saat, kata Rudyana lagi, Walikota Bogor memberikan keterangan terlihat tidak memakai masker semata-mata agar suaranya jelas terdengar walaupun menggunakan sound system yang sederhana karena saat itu hujan dan lokasinya diteras rumah yang cukup terbuka.

“Kemudian hari, Walikota Bogor melaksanakan aktivitasnya didalam rumah. Justru disaat Walikota Bogor melaksanakan Protokol Kesehatan, beberapa wartawan tetap ingin menemui Walikota Bogor untuk wawancara. Karena begitu perhatiannya Walikota Bogor terhadap eksistensi dan profesionalisme wartawan, Walikota Bogor bersedia untuk membantu sang wartawan tersebut untuk menunaikan tugas jurnalistiknya,” paparnya.

Padahal pada saat yang bersamaan, wartawan telah sepakat dengan Humas Pemkot Bogor untuk melaksanakan e-interview yaitu menampung pertanyaan hingga jam 10.00 lalu kami mencari jawaban ke Walikota Bogor dan pihak lainnya kemudian menyampaikan kembali jawaban itu ke wartawan pada pukul 14.00 setiap harinya baik tertulis dalam Whatsapp maupun rekaman suara. “Khusus wartawan TV, kami merekam video statemen dari narasumber yang diinginkan,” ungkap Rudyana.

Berikutnya, lanjut Rudyana, Jum’at, 20 Maret 2020 sekira jam 01.00 dini hari kami merilis berita Walikota Bogor Positif Covid-19. Pada hari itu juga, Humas Pemkot Bogor langsung membuat list wartawan yang kontak dengan Walikota Bogor dan membuat Whatsapp Grup (WAG) khusus terdiri dari saya, tim humas, wartawan dan dokter dimana semua anggota WAG tersebut berstatus ODP.

“Dalam WAG tersebut kami meminta biodata tiap wartawan untuk tujuan medis, dokter yang ada dalam WAG tersebut pun memantau kondisi kesehatan tiap wartawan setiap waktu. Dengan segala keterbatasan yang ada, pada hari Sabtu, 21 Maret 2020, kami memprioritaskan semua wartawan untuk test Swab di RSUD Kota Bogor kecuali kami dan dokter. Semoga hasil test rekan-rekan wartawan negatif Covid-19…Aamiin,” tandasnya. */FUZ/STR


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
70,736
+0 (24 Jam)
Meninggal
3,417
+0 (24 Jam)
Sembuh
32,651
46.16%
Reaktif
34,668
49.01%