Home / Pendidikan

Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:03 WIB

Ikatan Alumni Madrasah Bogor Lokomotif Aksi Bela Madrasah Jilid II

BOGOR – Carut marut rencana pengelolaan dana hibah tahun anggaran 2020 untuk madrasah yang menuai banyak kritikan dari kalangan pemerhati pendidikan, tokoh pendidikan Islam, aktivis Bogor masih bergulir.

Bahkan ada upaya konsolidasi lebih masif dengan ada gelaran aksi bela madrasah jilid II. Hal ini senada dengan yang disampaikan korlap aksi bela badrasah jilid 1 Minggu lalu Asep Kurnia. Ditegaskannya gerakan ini murni kesadaran para penggiat madrasah, guru madrasah, dan alumni madrasah yang masih banyak ketimpangan di madrasah baik dari kesejahteraan guru yang belum sertifikasi, maupun infrastruktur madrasah yang notabenenya belum representatif menunjang karsa Bogor cerdas yang menjadi misi dari Bogor pancakarsa.

Selain itu ketika ditanyakan tentang gerakan ini sebagai gerakan sakit hati pribadi ia menegaskan, bahwa gerakan ini bukan hanya gerakan kelompok organisasi atau lembaga Islam yang sentimen karena persoalan pribadi yang hari ini menjadi stigma publik Kabupaten Bogor.

“Tapi gerakan ini murni dari keprihatinan situasi madradsah dan hal ini sudah di sampaikan dengan undangan seruan aksi bela madrasah kesemua rekan-rekan guru madrasah, alumni madrasah namun belum ada kesadaran yang masif dari rekan-rekan itu, tapi saya tegaskan gerakan ini bukan berbicara kuantitas tetapi kualitas tuntutan,” bebernya.

Baca juga :  Rektor Widyatama Ditunjuk Kemenristek Dikti, Dampingi Penulisan Jurnal Internasional Bagi Dosen

Persoalan lain tentang akan adanya upaya aksi lanjutan, Askur sapaan aktivis Bogor dan juga alumni MA Al-Ghiffari Leuwiliang ini menegaskan jika saat ini, pihaknya sedang melakukan konsolidasi dan bahkan akan mengalang kekuatan dari seluruh alumni madrasah yang memiliki keprihatinan yang sama kepada madrasah dengan membuat ikatan atau himpunan alumni madrasah Bogor sebagai lokomotif di gerakan aksi bela madrasah jilid dua yang akan datang.

“Sehingga gerakan ini tidak di di stigma atas muatan pribadi melainkan muatan kepentingan warga madrasah dalam upaya mencerdaskan anak bangsa yang dilakukan oleh alumni-alumni madrasah,” paparnya.

Ada pun tuntutan di gerakan aksi bela madrasah jilid dua, Askur menambahkan bahwa tentu tuntutan nanti kedepan pada aksi-aksi selanjutnya, tidak sampai di jilid dua saja.

Baca juga :  Guru Honorer Kota Bogor Diasuransikan

“Satu, tetap fokus kepada pemberian hibah ruang kelas baru berbasis prioritas yang membutuhkan bukan prioritas kelompok atau oknum yang ingin memonopoli bantuan hibah itu,kedua kami akan menuntut Pemkab Bogor untuk meningkatkan insentif guru madrasah non sertifikasi menjadi setara dengan insentif guru yang tergabung di PGH, karena kami yakin guru madrasah, dan guru yang ada di naungan PGH sama-sama warga Bogor, sama bayar pajak, berikhtiar mencerdaskan anak-anak generasi muda Bogor,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menambahkan hal ini seharusnya di inisiasi oleh pengurus Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bogor yang superioritas dalam mendorong kesejahteraan guru madrasah seperti teman-teman yang tergabung di PGH. “Jangan sampai PGM hanya dijadikan ajang politik sesaat atau hanya kepentingan segelintir orang,” tegas Askur saat di wawancara di Kantor Bogor Analisis Social And Education.

Baca juga :  Unhan, Lakukan Capacity Building ke Madrid Spanyol

Selain kesiapan bergabung datang dari alumni madrasah berbagai kecamatan di Bogor, dukungan moral dan apresiasi itu juga datang juga dari aktivis mahasiswa Bogor. Salah satunya, Wildan Nugraha.

“Kami sangat mengapresiasi Jika Ada Gerakan Bela Madrasah Jilid 2 yang di komandoi oleh Ikatan Alumni Madrasah, walau secara pribadi bukan alumni Madrasah, tapi HMI-MPO secara kelembagaan dan pribadi akan selalu siap mendukung baik moral bahkan kami akan jadi garda depan ikut mengawal dengan teman-teman alumni Madrasah yang memiliki keprihatinan atas terjadinya ketimpangan Madrasah di Bogor sebagai bagian dari dedikasi kami kepada para guru,” ungkap Wildan.

Pria yang juga Ketua Umum HMI-MPO Cabang Bogor ini melanjutkan, bahwa hal ini seharusnya Pemerintah Kabupaten Bogor hadir dan lebih peka sebagai angin segar memberikan rasa keadilan bagi warga Madrasah yang kayanya insentif gurunya 50 ribu rupiah dan itu pun di bayar pertahun. FUZ/STR

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Daerah

Selamatkan Anak Bangsa, BNK Lebak Gelar Sosialisasi P4GN ke Sekolah

Pendidikan

Warga SDN Bantar Kemang 3 Santuni Anak Yatim

Pendidikan

50 Pelajar SMA/SMK Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Daerah

Kemenperin Targetkan Bogor Jadi Produsen Massal Logam