Home / Kesehatan

Kamis, 26 Maret 2020 - 12:56 WIB

IDI Setuju Pemerintah Larang Mudik

istimewa

istimewa

JAKARTA – Meski masih belum dipastikan, namun larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) langsung mendapat respon dari berbagai pihak. Salah satunya Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih mengaku mendukung bila kebijakan itu diterapkan. “Saya setuju itu. Dia disuruh tinggal dulu di rumah, jangan kemana-mana dulu dua minggu sampai sebulan. Itu nanti virus mati sendiri sudah tidak tersebar,” kata Daeng seperti dikutip Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Baca juga :  Cegah Corona, Polisi - TNI di Bogor Gelar Patroli Malam

Dari total 790 kasus positif Covid-19, DKI Jakarta tercatat sebagai wilayah dengan penularan tertinggi dengan 463 kasus hingga saat ini. Sementara diketahui, kenaikan presentase pemudik dari tahun ke tahun di kisaran 7 persen.

Tahun lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 14,9 juta orang.

Itu artinya, imbuh Daeng, diperlukan langkah ekstra agar penularan Covid-19 saat mudik, terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, tidak terjadi. Salah satunya dengan pengawasan ketat yang dilakukan baik oleh aparat keamanan maupun aparat pemerintahan.

Baca juga :  Miliki Gejala Virus Corona, Anggota DPRD Kab Bogor Diisolasi

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menganjurkan, agar masyarakat tidak pulang ke kampung halaman alias mudik pada musim lebaran tahun ini.

Keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan pencegahan virus corona agar tidak menyebar lebih luas lagi ke penjuru Indonesia. “Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik,” kata Jodi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

Baca juga :  Kepala Puskesmas Pastikan Kades Ciseeng dan Warga Lainnya Aman dari Covid-19

Namun anjuran dilarang mudik tersebut, lanjut Jodi, masih belum tahap keputusan akhir. Sebab, akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo selaku pengambil keputusan. “Semua ini masih belum ada keputusan final menunggu kondisi penyebaran virus Covid-19. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri,” ujarnya. */FUZ/STR

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Pasien Positif Covid-19 di Kab Bogor Bertambah, Satu Diantaranya Dokter

Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 di Kab Bogor Bertambah, Satu Diantaranya Dokter
Ini Klarifikasi Pemkot Bogor Soal Konferensi Pers Bima Arya

Peristiwa

Ini Klarifikasi Pemkot Bogor Soal Konferensi Pers Bima Arya

Peristiwa

PWI Kota Bogor Apresiasi Penanganan Pemkot Terkait Wartawan Berstatus ODP

Kesehatan

Jangan Paksa Anak Makan!