Hotel Sayaga Sudah Jadi Perhatian Dewan Sejak Lama

BOGOR, kabar1.com – Wacana pembangunan hotel oleh PT Sayaga Wisata Bogor juga sudah menuai perhatian. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi angkat bicara. Menurutnya, rencana yang konon diusulkan oleh tim analis investasi itu tak relevan dan tak logis dengan kondusifitas usaha perhotelan saat ini.

“Kita semua tahu, bisnis hotel saat ini sedang menurun. Banyak hotel-hotel di Puncak yang kini sedang krisis, banyak pengurangan upah dan pegawai. Jadi saya pikir ini tak logis,” ungkapnya.

Politisi dari Partai Golkar ini juga mengatakan, rencana itu juga sudah melenceng dari visi dan misi pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu. “Lebih baik, urus saja sektor pariwisata yang belum terjamah. Seperti setu-setu yang suda dialihkan pengelolaannya kepada Pemkab Bogor. Saya pikir itu lebih bermanfaat dari pada hotel,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Penyertaan Modal PT Sayaga, Yuyud Wahyudin mengaku sudah melakukan pertemuan dengan tim analis investasi yang disewa Pemkab Bogor untuk mengembangkan bisnis perusahaan plat merah itu.

Sebelumnya, gonjang-ganjing soal rencana pembangunan hotel oleh PT Sayag Wisata Bogor, memang terus menarik perhatian sejumlah pihak. ‘Hebat’-nya, rencana itu ternyata berasal dari tim Analis Investasi yang bernaung dibawah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat.

Tim ini disewa Pemkab Bogor untuk membantu PT Sayaga mengembangkan sayap dalam menjalankan bisnisnya sebagai BUMD. Dikonfirmasi hal ini, anggota tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Penyertaan Modal PT Sayaga, Hendrayana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari 10 bisnis plan yang diusung perusahaan plat merah itu, dua diantaranya adalah pembangunan hotel dan jasa transportasi jasa wisata.

“Dari hasil pemaparan PT Sayaga, dua bisnis plan ini yang dikedepankan karena dinilai sangat potensial dan bisa mempercepat pengembalian modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sebutnya.

Namun begitu, politisi dari Partai Hanura ini juga mengatakan, kendati berasal dari tim Analis Investasi BPK, Pansus tak akan begitu saja menyetujui usulan tersebut, meski Pemkab Bogor melalui DPKBD sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan ini.

“Kita masih akan terus mengkaji, sejauh mana bisnis ini akan berdampak pada masyarakat luas, karena uangnya pun dari APBD. Yang pasti, Jumat kita akan dengar pemaparan tim Analis terkait hasil hitung-hitungan potensi tersebut,” paparnya.

Pos terkait