Hentikan Pembangunan Tower, Satpol PP Kab Bogor Diapresiasi Warga

BOGOR – Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penghentian pembangunan tower milik PT Gihon Telekomunikasi Indonesia, yang berdiri di RT 02 RW 13 Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja, Selasa (12/5/2020). Karena diduga belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) untuk menara tersebut.

“Betul. Kita hentikan pembangunan tower itu karena tidak punya izin apapun,” ujar PPNS Pol PP Kabupaten Bogor, Dadang Yazid Bustomi kepada wartawan.

Menurut Dadang, penghentian tersebut didasari adanya laporan dari masyarakat di RW 13, yang merasa terganggu dengan adanya pembangunan menara pemancar itu.

“Mereka (PT. Gihon, red) kami minta untuk melengkapi berkas perizinannya terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pembangunan. Apabila ternyata, pengajuan izin mereka tidak sesuai baik administrasi maupun teknis, kami tidak segan-segan untuk melakukan pembongkaran bangunan,” tutur Dadang.

hentikan-pembangunan-tower-satpol-pp-kab-bogor-diapresiasi-wargaDisisi lalin, adanya penghentian pembangunan tower oleh petugas Pol PP itu, mendapat respon positif dari masyarakat sekitar RW 13. Hal itu didasari tidaknya sosialisasi atau musyawarah terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar.

“Kalau di lingkungan satu RW itu tidak ada sosialisasi sama sekali, dan untuk perizinan lingkungan tower itu hanya di RT 02, hanya 18 orang itupun hanya orang orang tertentu saja. Saya pun yang punya lahan tempat bersebelahan tidak ada pemberitahuan atau musyawarah oleh RW 13 dan RT 02,” ucap Husen selaku salah satu warga RW 13.

Dirinya pun bersama ratusan warga lain menolak secara tegas adanya pendirian menara pemancar tersebut. Terlebih lagi tidak adanya izin dari warga sekitar.

“Saya dan masyarakat sangat menolak keras atas pendirian tower bts tersebut. Untuk laporan penolakan dari semua warga RW 13 sebanyak 354 yang menolak pembangunan tower,” tandasnya. VAN


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
63,749
+1,607 (24 Jam)
Meninggal
3,171
+82 (24 Jam)
Sembuh
29,105
45.66%
Reaktif
31,473
49.37%