Gunung Kapur Ciampea Bakal ‘Dieksploitasi’

Home / Ekonomi / Potensi Wilayah

Selasa, 27 Maret 2018 - 12:35 WIB

BOGOR, kabar1.com – Gunung Kapur di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor bakal ‘dieksploitasi’. Pemerintah Kecamatan setempat bakal menggeruk untung dari potensi alam ini di tahun 2019, mendatang.

Namun, jangan berprasangka buruk dahulu. Gunung Kapur atau biasa juga dikenal dengan sebutan Gunung Cibodas ini ‘dibidik’ menjadi ikon utama wilayah itu di sektor kepariwisataan. Langkah ini diambil dalam rangka mendongkrak perolehan ekonomi warganya melalui konsep ‘Geo Park’.

Entis Sutisna, Camat Ciampea mengatakan, program pengembangan pariwisata diwilayahnya itu, terutama menjadikan kawasan Gunung Kapur Ciampea yang memiliki keindahan panorama alam, hayatinya, berikut keindahan bebatuan kapur yang artistik, memang sudah diusulkan dalam Misrenbang tingkat kecamatannya maupun di Kabupaten menjadi kawasan Wisata Geo Park Cimpea.

Baca juga :  Marak Pinjaman Online, Hak Kreditur Terjamin?

“Menjadikan Gunung Kapur Ciampea sebagai kawasan wisata Geo Park bukan lagi rencana maupun wacana, melainkan sudah menjadi program utama Ciampea, karena sudah di usung dalam Musrenbang kecamatan maupun di Kabupaten,” kata Camat.

tbn

Menurut Camat, bakal titik wisata Geopark Gunung Kapur Ciampea yang sudah masuk target 2019 tersebut, berada di dua lokasi desa, yakni Desa Cibadak dengan wisata Puncak Lalana dan Puncak Galau, sedangkan untuk di Desa BojongRangkas dengan Panorama Puncak Roti.

“Lokasi wisata puncak Gunung Kapur yang ada di dua desa tersebut, pada awalnya dibuka dan dikelola oleh warga, termasuk oleh para pemudanya. Oleh karena itu diharapkan kedepan perlu adanya peningkatan pengelolaan yang lebih profesional lagi, terutama perlunya melibatkan investor untuk pengembangan modal, termasuk peran dari masing masing desa dalam menaunginya melalui Bumdes,” beber Camat.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Kab Bogor Bertambah, Satu Diantaranya Dokter

Camat menambahkan, untuk lokasi bakal Wisata Geo Park Ciampea yakni wisata menuju Puncak Galau di Desa Cibadak, sudah mendapat kunjungan dan survey dari BAPPEDA, sebab mengingat kawasan tersebut lokasinya berada di lahan Perhutani dan Kopassus, maka perlunya ada pembahasan lebih lanjut.

“Sedangkan sebagai upaya sosialisasi agar tidak timbul kesalah pahaman, kami dari pihak pemerintah kecamatan nanti akan mengundang warga dan para pemuda sebagai pengelola, termasuk memanggil kedua pemerintah desa bersangkutan, agar pada waktunya wisata Geo Park ini terbangun, baik antara warga, investor maupun desa, dapat saling bersinergis,” tuturnya.

Baca juga :  Mendagri : Pemda Harus Terfokus Pada Multi Sektoral

Endang Sutisna, Kepala Desa Cibadak, membenarkan, bahwa diwilayahnya tersebut terdapat dua lokasi wisata yang salah satu lokasi bernama wisata puncak Lalana yang pengelolaannya sudah berjalan dua tahun lebih.

“Untuk Puncak Lalana pengelolaannya dilakukan oleh para pemuda, sedangkan Puncak Galau oleh warga. Dimana untuk kedua lokasi wisata tersebut, Kami sudah melakukan sosialisasi Bumdes, alhamdulilah warga dan pemuda menyambut baik dan sangat mendukung,” tandasnya.FUZ