Home / Pemerintahan

Kamis, 30 Agustus 2018 - 17:26 WIB

Gonjang-Ganjing Posisi Sekda Kab Bogor, Siapa dan Kenapa?

BOGOR, kabar1.com –  Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor bakal menjadi ‘kursi panas’ dalam beberapa bulan ke depan. Ya, pensiunnya si ‘empunya’ Adang Suptandar pada tahun ini, menjadi salah satu alasan.

Namun, yang menarik, pengisian kekosongan ini erat dikait-kaitkan dengan masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Ade Yasin-Iwan Setiawan. Tak sedikit hingar bingar di Kabupaten Bogor yang menilai, jika kursi ini akan di duduki loyalis sang pimpinan.

Baca juga :  Menko Kemaritiman Yakin Kekompakan Rakyat Jabar, Persoalan Citarum Bisa Teratasi

Bahkan, suara sumbang pun bergemuruh ke permukaan. Kategori yang paling menarik minat perhatian adalah soal kapabilitas, bukan kapasitas. Ya, konon, orang yang dipercaya duduk sebagai Sekda harus punya hubungan yang kuat sebagai penghubung antara Pemerintah Pusat, Provinisi dan Daerah. Bukan itu saja, posisi strategis ini, ‘haruslah’ orang yang memiliki schemistry dengan lembaga-lembaga pemerintah lainnya.

Baca juga :  Polisi Perketat Keamanan Hingga Pelosok Desa

Tapi apapun itu, pengamat politik Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Yus Fitriadi justru punya penilaian lain. Menurutnya, kemungkinan para calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor yang akan ditunjuk pada di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Ade Yasin-Iwan Setiawan, tak melulu soal politik.

Baca juga :  Targetkan Kenaikan Ekonomi Daerah, Ade Uu Rotasikan Pejabat

Meski dinilai hal tersebut menjadi bagian yang sangat penting yang tak terelakkan, namun ia berpendapat jabatan sekda akan sangat menentukan baik atau tidaknya roda pemerintahan yang dijalankan bupati dan wakil bupati.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Komunitas

Pj Wali Kota Bekasi Gelar Open House di H+1 Lebaran

Hukum Kriminal

Kasus Kecelakaan Samsul Arifin Bakal Berlanjut Ke Ranah Hukum
Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas

Pemerintahan

Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas

Pemerintahan

Menakar Keputusan Kontroversial Mendagri