Gelar Aksi Tandingan, Sopir Truk di Parung Panjang Tantang Warga?

BOGOR, kabar1.com – Aksi demo tandingan. Mungkin itulah kalimat yang tepat atas polemik unjuk rasa dari kompleksitas masalah akibat eksploitasi tambang di wilayah utara Kabupaten Bogor.

Setelah malam sebelumnya warga memblokir jalan raya Parungpanjang – Bunar, kali ini sopir truk tambang yang memblokir jalan tersebut. Sejumlah warga Parungpanjang yang mengaku gabungan para supir truk tronton, kuli ganjur dan kernek truk tronton pengangkut tambang melakukan pemblokiran jalan dengan cara membakar ban dan menaruh bebatuan besar ditengah badan jalan.

Baca juga :  Konsumsi PCC, Pelajar di Cianjur Dirawat Intensif

Informasi yang di himpun wartawan media ini, pergerakan masa tersebut, sekitar pukul 17.30 WIB pada Selasa (26/12/2017). Puluhan pendemo memblokir akses jalan kelas provinsi tersebut, tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang. Akibat aksi ini, kendaraan bermotor tidak dapat melintas.

Menurut keterangan salah seorang pengendara sepeda motor Iwan (29), dirinya lewat ke lokasi sekitar pukul 17.30 WIB di Kampung Cilangkap, Desa Lumpang, tepatnya di depan lokasi sebuah SPBU yang sudah tutup.

“Puluhan orang berkumpul membakar ban dan menaruh batu ditengah jalan. Saya yang pake smau bepeda motor saja sulit untuk melintas. Apalagi mobil, tentu tidak bisa lewat.” Kata Iwan.

Baca juga :  Pemkab Bogor Panggil Pengusaha Tambang Parung Panjang

Sementara itu, seorang supir truk tronton yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi pemblokiran jalan dilakukan agar truk tambang bisa diijinkan kembali untuk melintas lagi. “Aksi penutupan akses jalan kemarin oleh warga, menyebabkan penghasilan kami berkurang. Bahkan hampir tidak bisa untuk menutupi biaya dapur,” keluhnya.

Ia menambahkan, karena jalan cicangkal ditutup warga, saat ini para sopir hanya bisa berooerasi satu rit perharinya. “Sedangkan dalam satu rit tarikan perhari itu, kami para sopir cuma dapat uang 100 sampai 150 ribu rupiah. Itupun waktunya bisa 1 hingga 2 hari satu ritnya,” ungkapnya.

Baca juga :  Dewan Bakal Sidak Pabrik Maut, Polisi Panggil SKPD Terkait

Sopir ini juga mengeluh, sudah beberapa hari tidak bisa kerja seperti biasanya karena jalan di tutup warga, dan ada libur natal. “Kami berharap, pemerintah segera memberikan solusi. Agar kami bisa melintas lagi dan jalan yang rusak di perbaiki,” pungkasnya.RIE