Home / Uncategorized

Rabu, 8 April 2020 - 17:32 WIB

Gara-gara Covid-19, Biaya Tak Terduga Pemkab Bogor Capai Rp477 Miliar

BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin mengambil kebijakan besar untuk menangani wabah Covid-19 dan efek lain yang diakibatkannya. Kebijakan ini diambil agar virus corona bisa segera dikendalikan.

Hal ini dapat dilihat dari penambahan anggaran untuk penanganan bencana alam dan bencana non alam dengan total sebesar Rp477 Miliar. Angka ini memang, tak hanya diperuntukan bagi penanggulangan wabah Covid-19, tapi juga penanganan bencana alam.

“Pemkab Bogor melakukan refocusing anggaran untuk penanganan bencana alam dan bencana non alam dengan total sebesar Rp 477 Miliar” kata Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (08/4/20).

Baca juga :  Hari Ini, 4 RSUD di Bogor Gelar Rapid Test

Menurutnya, dana penanganan Covid-19 akan dibagi untuk tiga komponen. Hal ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 tanggal 2 April 2020. Yaitu untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Untuk penanganan bencana non-alam atau penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, pemkab mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 384 Miliar,” paparnya.

Baca juga :  Ini Baru Benar, Penyaluran Bantuan Lebak Sejahtera di Kecamatan Cibadak Diberikan Tanpa Potongan

Masing-masing, kata dia, untuk penanganan kesehatan senilai Rp191 miliar, sementara penanganan dampak ekonomi sebesar 4 Miliar, dan anggaran penyediaan social safety sebesar 188 miliar rupiah.

Selain covid-19, sambungnya, untuk bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di awal Januari lalu di Kecamatan Nanggung, Sukajaya dan Cigudeg telah dianggarkan sebesar Rp92,9 M.

“Dana itu digunakan untuk air bersih, renovasi jalan dan jembatan, hunian sementara dan perbaikan rumah rusak,” bebernya.

Baca juga :  Bayi 3 Bulan di Cibinong Positif Corona, Jubir Gugus Tugas Covid-19 : Kita Akan Rapid Tes Semua Keluarganya

Sementara jaring pengaman sosial, masih kata Ade, akan didistribusikan kepada kelompok keluarga miskin non Progam Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 209.994 KK, keluarga Miskin Baru dan kelompok Jamilah (Jatuh Miskin Lagi).

“Insya Allah, untuk kelompok-kelompok penerima di atas saat ini masih dilakukan pendataan di tingkat Desa dan Kelurahan mudah-mudahan lancar dan bisa segera terealisasi,” tutupnya. FUZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Omnibus Law Diharapkan Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Uncategorized

Omnibus Law Diharapkan Percepat Pertumbuhan Ekonomi
PGRI Meminta Anggaran Tunjangan Guru Tidak Dipotong

Uncategorized

PGRI Meminta Anggaran Tunjangan Guru Tidak Dipotong
Bagikan 1.000 Masker, Wakil Ketua SAPMA PP Kab Bogor : Pemuda Harus Tunjukan Peran dan Fungsinya

Uncategorized

Bagikan 1.000 Masker, Wakil Ketua SAPMA PP Kab Bogor : Pemuda Harus Tunjukan Peran dan Fungsinya
Isolasi Diri dari Covid-19, Raja Thailand Boyong 20 Selir ke Hotel

Uncategorized

Isolasi Diri dari Covid-19, Raja Thailand Boyong 20 Selir ke Hotel