Gaji Guru Honorer Masih Rendah

6

BOGOR, Kabar1.com – General Manager Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, Abdul Khalim mengatakan, bahwa pendidikan dipercaya sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia, terutama soal kesejahteraan. Bahkan untuk membuktikan keseriusannya dalam perbaikan pendidikan, pemerintah mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan.

Namun, kata Abdul, meskipun telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar di bidang pendidikan, ternyata tetap saja timbul berbagai permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Salah satu permasalahan yang dianggap serius adalah tentang guru sebagai tenaga pendidik.

Padahal, guru merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan, sebab guru menjadi unjung tombak pendidikan yang akan menjadi teladan nyata bagi para peserta didik.

“Profesi guru merupakan profesi mulia apabila diemban oleh pihak yang tepat, namun justru akan berdampak negatif apabila dipegang oleh pihak yang salah. Permasalahan tentang kedisipilinan guru masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terutama di daerah daerah pelosok nusantara,” urai Abdul, Rabu (22/11/2017).

“Salah satu hal yang dianggap menjadi penyebab rendahnya kedisiplinan adalah rendahnya gaji guru, terutama guru honerer. Gaji rendah menjadi pembenaran bagi para guru untuk tidak memberikan performa terbaik mereka,” jelas Abdul kembali.

Dia juga mengatakan, bahwa guru honorer pada umumnya dituntut untuk memiliki performa yang sama dengan guru PNS. Misalnya, guru honorer dituntut untuk datang ke sekolah tepat waktu.

“Tapi pasti berbeda karena mungkin guru honorer harus menyiapkan suatu hal untuk pekerjaan sampingannya, sehingga dampaknya telat, jadinya dilematis, baiknya guru honorer itu diberi pengertian,” urainya.

Lebih jauh dikatakannya, para guru honorer mendapatkan gaji setelah bantuan dana BOS keluar. “Kalau tidak keluar, berarti tidak dapat gaji, ya bisa dikatakan gaji guru gaji honorer sekitaran Rp 300 ribuan,” jelasnya.

Dalam momentum Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 Nopember, dirinya berharap betul kepada pemerintah agar lebih memperhatikan guru honorer.

“Dari sisi kesejahteraan harus seimbang dengan performanya, jadi kompetensinya pun harus diperhatikan, setidaknya guru honorer tidak hanya mendapatkan bantuan operasional sekolah saja tapi dari hal lain juga seperti tunjangan,” tandasnya. (HRS)

Komentar anda