Eksekusi Puncak, Satpol PP Tunggu Titah Bupati Bogor

BOGOR, kabarsatu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, sebagai eksekutor, saat ini hanya tinggal menunggu instruksi dari Bupati terkait kelanjutan penertiban tahap II terhadap ratusan bangunan di kawasan Puncak, Cisarua.

“Pada dasarnya kita sudah siap untuk membongkar, 54 bangunan liar (bangli) sudah dilayangkan SP3, hanya menunggu penyegelan dan pembongkarannya. Keinginan mereka, tersedianya lahan relokasi karena ini sifatnya manusiawi,” ujar Herdi, Senin (25/9/2017).

Mantan Camat Cibinong ini juga mengatakan, pihaknya saat ini juga terus melakukan koordinasi dengan Tim Penataan PKL Puncak kaitan dengan persiapan lahan relokasi sebelum dilakukannya pembongkaran.

Baca juga :  Wah, Ada Perusahaan Laundry Cemari Lingkungan

Di Naringgul, kata Herdi, masyarakat meminta difasilitasi untuk penempatan relokasi tersebut. “Tempo hari ditetapkan, PT. Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) mau  fasilitasi relokasi warga di Naringgul untuk menggunakan lahannya. Sekarang tinggal menunggu kesiapan lahan,  SSBP juga akan bikin penataan lahannya, yakni cut and fill,” terangnya.

Herdi mengakui, pembongkaran tahap dua ini juga dapat sekaligus bersamaan dengan pembongkaran PKL Puncak di kawasan perbatasan dengan Cianjur. “Intinya, kita tunggu kesiapan Tim Penataan PKL Puncak, sekaligus tunggu SK dari Bupati. Semua ada tahapannya. Termasuk sebelum pembongkaran PKL Puncak atas, lahan relokasi sudah tersedia. Karena PT.PN (Gunung Mas) sudah memberikan lahan 1 hektar, kemungkinan pembongkaran bisa dilakukan bersama apalagi lahan dari PT.PN siap pakai,” sebutnya.

Baca juga :  Lagi, Satpol PP Kabupaten Bogor Tutup Galian Liar

Selain kawasan Naringgul dan PKL Puncak, pihaknya juga akan melayangkan SP1 untuk bangunan yang berdiri diatas lahan PUPR. “Depan KFC Puncak, tanah milik PUPR sudah ada tempat tinggal dan usaha juga. Mereka juga bangli dan harus dipindahkan. Kalau misalnya tanah itu lebih layak untuk relokasi, target kita juga membongkar bangli dikawasan tersebut,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk mempercepat penataan Puncak, Tim Penataan PKL Puncak juga melakukan survey lokasi. “Hari ini (Senin,red)  sudah turun tim penataan untuk survey lokasi milik PT.PN, artinya kita mempercepat kesiapan lahan karena lahan dari PT.PN sudah ditentukan. Sekarang nunggu persiapan relokasi dan SK. Karena kita sudah siap jalan,” bebernya.

Baca juga :  Penertiban oleh Satpol-PP Tuai Reaksi

Herdi mengimbau, proses penataan relokasi PKL itu harus tuntas dalam tahun ini. “Paling lama Oktober pembongkaran, karena pengerjaan pelebaran jalan di Puncak bawah sudah mulai gerak, kalau Kementrian PUPR cepat menyelesaikan pelebaran dan sudah mendekati ke perbatasan, kita juga harus langsung membongkar PKL dan bangunannya. Selama ini, kita sudah cukup sabar menunggu satu tahun lebih, dan itu sudah cukup sebagai toleransi,”  tambahnya.CH