Duit Rp75 Miliar dari APBD Kab Bogor Sia-Sia?

BOGOR, kabar1.com – Proyek pembangunan hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor yakni PT Sayaga Wisata terancam molor. Pasalnya, proyek yang menelan miliaran dari APBD tersebut hingga kini belum ada bangunan berdiri yang tegak.

Direktur PT Sayaga Wisata, Supriyadi Jufri mengatakan, pembangunan hotel yang nantinya akan dikelola pihaknya terkendala lahan. “Lokasi yang akan dibangun hotel teraebut sebenarnya bekas danau. Makanya proses pematangan lahan itu kemarin cukup lama,” ujar Jufri kepada wartawan, kemarin.

Ia menambahkan, dirinya memperkirakan adanya keterlambatan perampungan pembangunan hotel. “Perkiraan saya, pembangunan bisa terlambat 30 hari,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjabarkan, pembangunan yang menggunakan metode design and build melahirnya perubahan kontruksi gedung dari rencana awal. “Ada pelonjakan estimasi biaya kontruksi dari perkiraan Rp 9 miliar kemungkinan bisa sampai Rp 15 miliar, sehingga mungkin berdampak dari pengurangan sisi arsitektur,” terangnya.

Ia menjelaskan, adanya pelonjakan pembiayaan dari perkiraan awal tersebut membuat jajaran direksi berembuk. “Ada pilihan yakni apakah bangunan dibuat bagus dulu tapi pendek atau dibikin tinggi terlebih dahulu. Kemarin itu, kami memutuskan bangunan harus jadi tapi dalamnya seperti interior ruangan yang dikurangi,” ungkapnya.

Jufri juga menambahkan, bahwa pihaknya sempat berpikiran untuk mengajukan pinjaman ke bank karena penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih jauh dari cukup.

“Penyertaan modal Rp 75 miliar. Rp 5 miliar untuk modal bisnis jasa perjalanan wisata dan beli tanah pemda Rp 20 miliar. Jadi untuk biaya pembangunan hotel hanya Rp 50 miliar. Sebetulnya kami butuh Rp 15 miliar lagi untuk beli tanah warga yang keberadaannya di belakang pembangunan hotel,” terangnya.FUZ

BERITA TERKAIT
Komentar
Loading...