Duh, Anak Kades Ini ‘Sungguh Terlalu’

RANGKASBITUNG, kabar1.com – Edan, tak ada kata lagi memang yang bisa menggambarkan ‘arogansi’ anak Kepala Desa (Kades) satu ini. Tak tanggung-tanggung, 400 kepala keluarga (KK) ditipu mentah-mentah anak sang pamong dengan dalih Program Penataan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

Sang ‘pangeran’, terbukti secara otentik telah melakukan pemungutan dana pembuatan sertifikat PTSL kepada warga. Padahal, seperti diketahui, program ini gratis, atau sama sekali tak dipungut biaya.

Ironisnya lagi, Desa yang dimaksud ini tak masuk dalam salah satu desa sasaran PTSL yang diselenggarakan Pemerintah Pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemda setempat.

“Kami dimintai Rp500 ribu untuk biaya administrasi katanya. Dan kami juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang isinya menerangkan ikhlas lillahi ta’ala menyerahkan uang tersebut untuk kelancaran pembuatan sertifikat tanah milik,” kata Kang Otong, salah seorang warga Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Tak hanya Otong, Idris juga mengaku hal yang sama. Malah Idris mengaku merasa tertipu mentah-mentah setelah mengetahui langkah sang kades itu tak sesuai dengan aturan. “Memang uang saya sudah dikembalikan. Tapi masih banyak warga yang belum dikembalikan uangnya,” papar Idris.

Mewakili Kepala BPN Kabupaten Lebak, Mamat saat dikonfirmasi membantah jika Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja masuk dalam sasaran Program PTSL. “Desa Pasir Kacapi tidak masuk dalam sasaran. Jadi tolong kepada siapa saja, jangan macam-macam dengan Program PTSL,” tegasnya.

Sayang, saat akan dikonfirmasi, Kepala Desa Pasir Kacapi, Jamhadi sulit ditemui. Informasi terkini yang diterima kabar1.com, konon semua dana akan dikembalikan ke warga dengan syarat semua surat pernyataan yang sudah ditandatangani dikembalikan. Diduga langkah ini untuk menghilangkan barang bukti.


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
63,749
+0 (24 Jam)
Meninggal
3,171
+0 (24 Jam)
Sembuh
29,105
45.66%
Reaktif
31,473
49.37%