Dua Pelajar di Cianjur Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

CIANJUR, kabar1.com – Dua remaja asal Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi tewas setelah menenggak minuman keras oplosan, Rabu (25/10). Selain itu, empat pemuda lainnya yang mengalami reaksi miras tersebut, satu di antaranya di‎rawat intensif di RSUD Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat enam remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut berkumpul usai pulang sekolah, Senin (23/10) siang. Namun mereka berkumpul untuk menenggak minuman keras oplosan.

Mereka pun menghubungi temannya F (20) yang biasa meracik miras oplosan. Dengan bahan alkoholmurni, minuman penamah stamina, air mineral, dan obat nyamuk usap, minuman itupun dibuat.

Baca juga :  Langgar Aturan PSBB, Pengendara Tujuan Sumedang Disanksi

Tanpa ragu, remaja tanggung menenggak miras tersebut hingga mabuk. Tetapi tidak lama dari itu, mereka mulai merasakanreaksi miras oplosan, seperti pusing, mual, dan sesak.

“Anak saya ngeluh sakit dada. Awalnya tidak tahu minum miras oplosan. Sampai anak saya tidak sekolah kemarin (Selasa, red),” ujar‎ Asep Kurniawan (39), ayah dari D (16) korban yang kritis di IGD RSUD Cianjur.

Dia baru tahu anaknya menenggak miras setelah dua teman dari anaknya, Y (17) dan MA (16) meninggal dunia pada Selasa (24/10) malam. Bahkan Y sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Cianjur.

Baca juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan di Rel Kereta

“Iya, tahunya begitu, ada temannya yang meninggal dunia. Lihat gejalanya anak saya juga seperti sudah minum miras. Karena semakin parah sesaknya, saya bawa langsung ke IGD. Sekarang sudah mulai sadar,tapi masih sesak,” ucapnya.

Selain anaknya dan dua remaja yang meninggal, lanjut dia, ada tiga teman anaknya yang juga mengalami kondisi serupa, yakni Y, A, dan R, tapi belum dibawa ke RSUD Cianjur. “Katanya sama, sesak. Tapi belum dibawa ke RSUD,” ucapnya.

Baca juga :  Gunakan Perahu, Kapolres Bandung Tinjau Lokasi Banjir Di Kabupaten Bandung

Babinsa Desa Haurwangi, Koptu Haryadi‎, mengatakan, kejadian tersebut merupakan yang pertama di Desa Haurwangi. Dalam waktu dekat pihaknya akan berusaha memberantas peredaran miras, terutama oplosan untuk mencegah munculnya lagi korban dari kalangan remaja.

“‎Melihat kejadian ini, ‎khusus di Haurwangi akan ada tim gabungandari tni polri, dan dari Pemda memberantas miras oplosan. Supaya tidak ada kejadian serupa,apalagi sampai korbannya anak anak,” pungkasnya. (DIE)






Pos terkait