Ditengah Pandemi Covid-19, Polisi Tangkap Sindikat Pil Haram

ditengah-pandemi-covid-19-sindikat-pil-haram-kian-marak

CIBINONG – Minggu kedua bulan suci Ramadan, Polres Bogor merilis sejumlah penangkapan sindikat pengedar dengan modus penyediaan farmasi illegal, Senin (11/02/2020).

Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan dari 3 tersangka sebelumnya dari kasus yang sama, yang berhasil diamankan Sat Narkoba Polres Bogor di dua kawasan yaitu Cigombong dan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Senin (04/05/2020) lalu.

Test
Baca juga :
BNN RI Laksanakan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Ketiga di 2020

“Kami bergerak cepat setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran sediaan farmasi ilegal, dan berhasil mengamankan dua orang Tersangka inisial RA (20 tahun) dan Tersangka inisial S (20 tahun) di wilayah Cibungbulang Bogor pada hari kamis (07/05),” papar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dalam siaran persnya melalui whatsapp.

Dari total penangkapannya itu, Jajaran Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengamankan sedikitnya 800 butir pil jenis Trihexyphenidyl, 187 butir pil jenis Heximer dan 70 butir pil jenis Tramadol.

Baca juga :
Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar Lebih, Ratusan e-Warong di Lebak Langgar Pakta Integritas

“Serta kami juga mengamankan, sejumlah uang tunai senilai 435.000 rupiah, yang diduga hasil penjualan sediaan farmasi ilegal kedua tersangka di wilayah Cibungbulang, Kabupaten Bogor,” imbuh Ronald.

“Hal ini tentunya sangat meresahkan apalagi dijumpai di tengah Pandemik pada bulan Ramadhan yang penuh keberkahan,” tambahnya.

Guna mmpertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka pengedar sediaan Farmasi Ilegal itu dikenakan sanksi pidana Pasal 197 dan atau pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun,” tutupnya.*/STR

Baca juga :
Diduga Rugikan Negara Rp 2 Miliar Lebih, Ratusan e-Warong di Lebak Langgar Pakta Integritas