Disdikbud Cianjur Bakal Panggil Pelaku Pungli

CIANJUR, kabarsatu.com– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur menegaskan tidak boleh ada pungutan dalam penyelenggaraan pendidikan di Cianjur, apalagi sekolah dijadikan lahan bisnis.

Oleh karena itu, Disdikbud bakal memanggil penyelenggara dan sekolah yang memutarkan film perjuangan. “Penayangannya tidak masalah, tapi yang kami sikapi masalah pungutan, sebab tidak ada boleh ada pungutan di sekolah,” ujar Kepala Disdikbud Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi kepada kabarsatu.com.

Menurutnya, hal itupun sudah disosialisasikan setiap kunjungan ke UPTD ataupun sekolah, terutama di wilayah Ciranjang, bojongpicung, dan haurwangi. “Sekali lagi ditegaskan, sekarang dan selanjutnya, jangan ada pungutan sepeserpun,” ucapnya.

Baca juga :  Kartar dan Pemdes Cimanggis Siap Gelar Gebyar Sumpah Pemuda

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Cianjur, Hilman Sujadi, menuturkan, pihaknya akan mengkonfirmasi informasi pungutan terkait penayangan film. Dia pun tidak sepakat dan tidak setuju jika rekomendasi yang dikeluarkan dinas cenderung ke proses bisnis.

Bahkan dia menyatakan, dalam surat yang dikeluarkan dinas, tidak disebutkan adanya tiket dan lain-lain. Meskipun dia memperkirakan jika hal itu bisa untuk operasional penyelenggara.

Baca juga :  Gara-Gara Galian BUMN, Betonisasi Citeureup-Babakan Madang Rusak Lagi

“Tidak dikomunikasikan saat pengajuan rekomendasi. Kalaupun memang benar, nanti akan dilakukan pembinaan. Tapi kami akan coba komunikasi dulu dan mengkonfirmasi,” katanya.

Dia mengatakan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan Disdikbud Kabupaten Cianjur, penayangan film yang ditujukan untuk memberikan wawasan pada siswa tersebut tidak diwajibkan, melainkan mengajurkan bagi yang berminat. Penayangannya pun harus sesuai ketentuan yang tertera dalam rekomendasi.

Baca juga :  Purna Praja IPDN Angkatan 1994, Bantu Terdampak Corona

“Kalau memang bermanfaat, silakah dilakukan, kalau dinilai tidak bermanfaat maka tidak perlu. Tapi menurut perpektif saya itu bermanfaat, yang disayangkan informasi jika ada tiket yang dibeli senilai Rp 5.000. makanya kami akan tindaklanjut dulu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi dugaan pungutan liar untuk penayangan film perjuangan di Kecamatan Bojongpicung, Adapun besaran karcis sebesar Rp 5 ribu per siswa.DIE






Pos terkait