Home / Pendidikan

Selasa, 7 Agustus 2018 - 15:13 WIB

Disdik Rancang Mata Pelajaran Anti Tawuran

BOGOR-kabar1.com-Mata pelajaran anti tawuran dan anti kekerasan akan dirancang di Kota Bogor. Tujuannya, untuk mencegah kembalinya aksi tawuran antar pelajar di kota Hujan, yang akhir-akhir ini marak terjadi, hingga menelan korban jiwa.

“Sifatnya, kami hanya merancang pola pendidikan berupa, pembinaan siswa anti tawuran dan anti kekerasan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin, usai briefing staf, di Balai Kota Bogor, Jalan Ir.H. Juanda 10, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (07/08/2018).

Menurutnya, pencegahan tawuran akan dicoba dengan langkah preventif melalui koordinasi dengan seluruh kepala sekolah dan kepada orangtua untuk melakukan pengawasan di jam-jam rawan. Selain itu, akan diturunkan Satuan Petugas (Satgas) yang akan berpatroli di sekolah dan di titik-titik wilayah rawan tawuran. “Jam rawan itu kan antara jam dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah. Jadi, hal itu harus selalu diawasi,” tegas Fahmi, panggilan akrab Fahrudin.

Baca juga :  Mulai Senin, Siswa PAUD Hingga SMP di Bogor Diliburkan

Jadi, lanjut Kadisdik, pola pembinaan siswa anti tawuran dan anti kekerasan akan diimplementasikan dalam bentuk materi pelajaran yang terintegrasi pada mata pelajaran Agama, PKn, Penjaskes, dan Bimbingan Konseling (BK).

Baca juga :  Purna Praja IPDN Angkatan 1994, Bantu Terdampak Corona

Pola ini juga diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan MPLS, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial,  hingga peringatan hari-hari besar. “Semua itu dilakukan demi menutup semua akses siswa ke kegiatan negatif dan terlebih memutus mata rantai tawuran,” pungkasnya.

Tapi, tambah mantan Kepala SMAN 3 Kota Bogor ini, pola pembinaan dimaksud harus melibatkan TNI, Polri, Muspida, perguruan tinggi, para ahli, tokoh masyarakat. Seluruh stakeholder tersebut akan masuk melalui berbagai kegiatan. Mulai dari upacara setiap Senin, FGD, kelas inspirasi untuk memotivasi siswa.

Selain itu, setiap sekolah harus mengeluarkan Surat Keterangan Kelakuan Baik bagi siswanya, di setiap semester. Di surat tersebut akan dicantumkan predikat kebaikan siswa. Sehingga akan terukur dan tergambarkan kondisi kebaikan siswa. Ini juga akan menjadi bukti keberhasilan pembinaan di sekolah terhadap setiap individu siswa.

Baca juga :  Fahrudin : Guru Tidak Boleh Terlepas Dari Idealisme Pendidikan

“Kami menargetkan pola pembinaan siswa anti tawuran dan anti kekerasan ini sudah diimplementasikan September mendatang di seluruh SD, SMP, SMA se-Bogor Raya. Karena pihaknya juga akan bekerja sama dengan Disdik Kabupaten Bogor, untuk menerapkan pola pembinaan yang sama. Mengingat Bogor ini milik bersama,” ujarnya. URI

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Daerah

Generasi Sehat Tanpa Narkoba

Pendidikan

Akhir TA 2018, Proyek Siluman Bermunculan Di Disdik Bogor
Ali Zamroni: Mendikbud Kurang Sensitif Terhadap Covid 19

Pendidikan

Ali Zamroni: Mendikbud Kurang Sensitif Terhadap Covid 19

Pendidikan

Kondisi Lingkungan Sekolah SDN Bantarkemang 6 Mengkhawatirkan