Dirjen Dukcapil Kemendagri Bakar Ribuan e-KTP yang Tercecer

BOGOR, kabar1.com – Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan pemusnahan ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Rencananya pemusnahan dilakukan 10 hari ke depan.

Setelah sebelumnya, Senin (28/52018) memusnahkan sekitar 6.000 ribuan, kali ini sebanyak 805 ribu KTP el dimusnahkan di gudang penyimpanan di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada Selasa (29/5/2018).

Pemusnahan dengan cara dipotong ini dilakukan pasca peristiwa tercecernya ribuan KTP el di Jalan Raya Kemang, pada Sabtu (26/5/2018) siang. Dari kejadian itu, Kemendagri memastikan KTP el yang berserakan dari mobil pengangkut adalah ktp invalid atau rusak.

“Sesuai arahan Mendagri Tjahjo Kumolo, ini kita musnahkan. Meski fisik ktp masih bagus tapi tidak valid. Ini dikhawatrikan disalahgunakan dalam Pilkada misalnya,” ujar Sekretaris Dirjen Dukcapil Kemendagri, I Gede Suratha kepada wartawan, kemarin.

Baca juga :  Maksud Hati Menyetrum Ikan, Buaya Pun Didapat

I Gede mengakui, tercecernya ribuan KTP el beberapa waktu lalu tersebut menimbulkan stigma negatif dari masyarakat khususnya di media-media sosial. Karena bertepatan pada tahun politik dan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Pemusnahan dilakukan agar tidak timbul fitnah. Apalagi di medsos sudah sangat banyak pemberitaan miring terkati hal ini,” ungkapnya.

Kenapa pemusnahan dilakukan dengan cara dipotong, kata I Gede, itu dikarenakan KTP el masih ada kaitannya dengan kasus korups Mega Proyek KTP. Menurutnya, jika 805 ribu dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dimusnahkan (tanpa bentuk fisik) maka akan menimbulkan kesulitan ketika itu diperlukan untuk bukti persidangan.

Baca juga :  Malam Pergantian Tahun, Puncak Ditutup 12 Jam

“Karena KTP-el ini masih ada kaitanya dengan kasus korupsi yang sedang berlangsung. Jika dihancurkan, maka kita akan kesulitan,” terangnya.

Dalam pemotongan ini, Dirjen Dukcapil Mendagri menugaskan 50 orang untuk memotong KTP el invalid. Mereka pun memperbolehkan DPRD atau instansi lainnya untuk meninjau langsung lokasi pemotongan. “Pemotongan ktp dilakukan 10 hari ke depan,” tegas I Gede.

Sementara, berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Resor (Polres) Bogor, kendaraan pengangkut barang tak terpakai milik Kemendagri itu akan dibawa ke gudang penyimpanan di wilayah Kecamatan Kemang. Barang tersebut terdiri dari meja, lemari dan termasuk dua kardus KTP invalid yang diangkut oleh perusahaan jasa ekspedisi.

Baca juga :  Mendagri Sebut e-KTP Tercecer di Bogor Ada Sabotase

Kepala Polres Bogor, AKBP Andy Moch Dicky mengatakan, jajarannya belum menemukan pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut. “Ini murni kelalaian jasa ekspedisi yang melanggar SOP (standar operasional prosedur),” kata Dicky setelah memeriksa sopir, pihak perushaan jasa ekspedisi, staf Kementerian terkait dan saksi 17 orang.

Seharusnya, pemindahan barang tersebut menggunakan kendaraan bak tertutup, namun kenyataanya menggunakan bak terbuka. Dicky mengungkapkan, perusahaan jasa ekspedisi hanya mendapatkan sanksi dari kementerian terkait.

“KTP yang dibawa kali ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Namun memang ada satu bundel KTP dari wilayah Sumatera Selatan yang kebetulan terdokumentasikan warga sehingga vIral di media sosial,” jelasnya.FUZ