Diduga Pesta Minuman Keras, Dua Pemuda Meregang nyawa

BOGOR, kabar1.com – Diduga pesta miras oplosan disebuah kontrakan di Kp. Cideres, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, dua orang pemuda SF (25) dan DR (23) meregang nyawa, Rabu (08/11/2017) malam.

Menurut warga, pada malam sebelumnya di kontrakan tersebut terdengar gaduh. Saat pagi hari, salah satu diantaranya berinisial DR terdengar teriak dan kejang kejang dengan mulut mengeluarkan busa. Saat didekati warga, satu diantaranya berinisial SF sudah terbujur kaku.

“Iya, pas malamnya itu kita denger rame di kontrakan ini. Kita nggak curiga apa-apa, kirain lagi pada bercanda aja gitu. Tapi pas paginya kita denger ada yang teriak dan kejang kejang,” ujar Nano, warga yang tinggal tak jauh dari kontrakan tersebut.

Baca juga :  Cup Cup Cup... Jangan Menangis Dong, Aldi !

Lebih lanjut, korban bernama DR merupakan warga Kp. Semplak RT 06/02 Kelurahan Curug Mekar yang saat itu sedang bermain di kontrakan tersebut.

“Kalau yang kejang-kejang itu sih tamu ke kontrakan itu,” singkatnya.

Mengetahui kejadian ini, warga langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian. Sementara pihak keluarga DR yang dikabari warga, langsung membawa korban ke Rumah Sakit dr. Hassan Toto Semplak Bogor.

Baca juga :  12 Anggota Mapolresta Bogor Kota Diberangkatkan Umroh

Sementara itu, Kapolsek Bogor Barat Kompol Pahyuni mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan Rumah Sakit dimana korban DR mendapatkan penanganan medis.

“Kita cek ke lokasi dan Rumah Sakit. Korban SF meninggal di kontrakan. Sedangkan korban DR meninggal sekitar 30 menit setelah dibawa ke Rumah sakit,” ujar Pahyuni saat dikonfirmasi.

Ketika dilakukan identifikasi dan olah TKP, polisi menemukan adanya kemasan yang diduga bekas miras dan kemasan lotion.

Baca juga :  Tikungan Cipuntang Rawan Kecelakaan

“Saya tanya pihak Rumah Sakit, belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Namun dokter menyebutkan adanya pengentalan darah ditubuh korban DR,” lanjut Kapolsek.

Dijelaskan Pahyuni, atas permintaan pihak keluarga polisi tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Jenazahnya langsung dibawa keluarga ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

“Kita tidak lakukan otopsi, karena pihak keluarga tidak mau. Dan jenazah korban langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Bstn)






Pos terkait