Didesak Muspida, Ini Tanggapan Pengusaha Tambang

BOGOR, kabar1.com – Perwakilan pengusaha tambang/Asosiasi Quary berharap kepada pemerintah pada saat pembangunan jalan yang akan dilaksanakan mempuyai kemampuan sesuai dengan tonase kendaraan.

“Kalau tidak sesuai kemampuan jalan tentu akan berdampak kondisi jalan tidak akan bertahan lama dan akan cepat rusak. Kami dari pengusaha tambang akan bersedia untuk diminta bantuan dalam hal pengadaan material. Kami menyadari bahwa jalan raya Bunar Parung Panjang adalah jalan Propinsi bukan bukan jalan nasional, namum karena kebutuhan perusahaan membuat tonase lebih dari kapasitas jalan,” sebutnya.

Baca juga :  Ratusan Ruko di Bojong Gede Langgar KDB dan Tak Berizin

Diakui perwakilan perusahaan, sebelum terjadi demo warga, pada tgl 20 Desember 2017 sudah ada pertemuan dengan warga bahwa warga menginginkan adanya perbaikan jalan. “Permintaan kami sangggupi cuman kami akui hasilnya dilihat warga kurang maksimal,” tandasnya.

Baca juga :  Bupati Bogor Pantau Simulasi PSBB

Diketahui sebelumnya, 21 perusahaan tambang yang menggunakan Jalan Lumpang-Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, akhirnya dipanggil Pemerintah Kabupaten Bogor, Rabu (27/12/2017). Bersama jajaran Muspida, para pengusaha ini melakukan tatap muka sekaligus membahas permasalahan konflik yang terjadi dengan warga di kawasan perbatasan tersebut.

Baca juga :  Kapolda Jabar Pimpin Apel Operasi Among Raga Lodaya 2018

Informasi yang diperoleh kabar1.com, pertemuan ini digelar pada pukul 09.50 WIB di Pendopo Bupati Komplek Pemkab Bogor Kel Tengah Kec Cibinong, dipimpin oleh Sekda Kab Bogor, Adang Suptandar.FUZ