Di Cijeruk, Pembagian Rastra ke Warga Banyak Salah Sasaran

BOGOR, kabar1.com – Beras Pra Sejahtera (Rastra) kembali dibagikan Pemerintah Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Rastra gelombang kedua ini diberikan kepada kurang lebih 900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beras gratis ini telah diterima Pemdes Cipelang sejak Jumat sore. Karena memasuki akhir pecan, maka Rastra itu dibagikan pada Senin, hari ini (26/3/2018)

Kepala Desa Cipelang, Hasan mengatakan, pembagian rasta gelombang ke 2 akan di bagikan kepada KPM di kantor desa, dengan jumlah 9 ton lebih, namun karena datang pada jum’ at sore beras belum bisa di bagikan langsung.

“Insya allah senin kami bagikan,karena datangnya jum, at sore, warga penerima sudah kita undang untuk mengambil rasta pada senin besok(hari ini),” ujar Hasan kepada wartawan.

Untuk pembagian rasta yang kedua ini, penyaluran tidak jauh berbeda dengan penyaluran gelombang pertama, warga akan langsung menerima rasta di kantor desa, dan disaksikan langsung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan juga ketua RT/RW.

“Kita telah undang warga penerima, supaya pada senin(hari ini) pagi untuk datang mengambil jatahnya, undangan sesuai data yang kami terima dari dinas social. Untuk Desa Cipelang 900 lebih kalo data akuratnya sih di kasie kesra,mudah-mudahan kedepanya rasta ini kwalitasnya lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.

Sementara, skema penyaluran Bansos kali ini berbeda dengan pemberian Rastra subsidi. Kalau di tahun 2017 penerima harus membayar Rastra subsidi dengn harga Rp. 1.600 per kilogram, untuk bansos Rastra, karena bentuknya bantuan social maka penerima tidak lagi membayar untuk mendapatkan beras tersebut.

Namun begitu, di sejumlah wilayah di selatan Kabupaten Bogor, penyaluran Rastra masih belum tepat sasaran. Sebab banyak warga kurang mampu tidak mendapatkan Rastra gratis ini. Bahkan, banyak warga yang secara ekonomi terlihat mampu, namun masih mendapat bantuan Rastra.

Terpisah, Camat Caringin, Rumambi mengatakan, penyaluran Rastra di tahun 2018 ini masih menggunakan data BPS tahun 2012. Tentunya dengan masih menggunakan data lama banyak perubahan ekonomi di masing-masing keluarga.

“Mungkin benar, masih banyak warga yang secara ekonomi baik, tapi masih tercatat sebagai keluarga penerima manfaat, karena saat di data tahun 2012 keluarga tersebut memang ekonominya masuk katagori tidak mampu, dan sekarang sudah membaik,” tandasnya.FUZ

Komentar
Loading...