Dewan Tunggu Pertanggungjawaban Bupati

  • Whatsapp

BOGOR, kabar1.com – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo menunggu pertanggungjawaban Bupati Bogor, Nurhayanti soal kepergiannya ke empat negara di Eropa bersama dua kepala SKPD, sejak 28 Agustus.

Ia menanti hasil yang didapat Nurhayanti bersama Kepala Bappedalitbang, SYarifah Sofiah dan Kepala Dinas PUPR, Yani Hasan ketika mereka pulang nanti pada tanggal 6 September mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kami akan tanyakan hasilnya nanti ketika mereka pulang. Harus dipertanggungjawabkan karena itu menggunakan APBD,” cetus Kukuh dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Senin (3/9/2018).

Kukuh tak mempermasalahkan kepergian Nurhayanti bersama dua Kepala SKPD tersebut ke empat negara Eropa mulai dari Beland, Jerman, Belgia dan Prancis. Karena menurutnya kegiatan tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Namun Kukuh menyadari keberangkatan Orang Nomor Satu di Bumi Tegar Beriman tersebut membuat gaduh. Sebab, kepergiannya ke Benua Biru itu tidak dibarengi dengan informasi atau penjelasan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor sebagai penyambabun informasi.

“Seharusnya sejak awal mereka terbuka akan kegiatan ini. Mereka harus terus terang, harus jujur apalagi ini kegiatan penting. Inilah kelemahan dari Diskominfo yang tidak menginformasikannya sejak awal keberangkatan Bupati Nurhayanti,” tegas Politisi Gerindra itu.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti menjelaskan kepergiannya ke Benua Biru tersebut telah direstui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Sekretariat Negara (Setneg). Nurhayanti mengunjungi Belanda, Jerman, Belgia dan Prancis mengikuti ‘Executive Course on Urban Management and Local Economic Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) dan Studi Tiru Internasional.

Kegiatan itu, kata dia, merupakan program Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). “Tujuan kegiatannya untuk meningkatkan kapasitas kepala daerah dan pejabat daerah soal perencanaan dan pengelolaan tata ruang wilayah,” kata Nurhayanti.

Menurutnya 15 bupati yang mengikuti giat ini juga mendapatkan pelatihan singkat mengenai sistem pengelolaan pemerintahan, pelayanan umum dan kiat-kiat pengembang perekonomian daerah, karena kegiatan yang dibiayai APBD itu sekaligus membentuk forum bisnis daerah.

Di Belanda, kata Yanti, ada beberapa lokasi penting serta bersejarah yang akan dikunjungi, diantaranya Courtessy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBPRI) Belanda dan Belgia sekaligus menjalin kerjasama antara pihak KBRI sebagai penghubung Indonesia di luar negeri, dengan pemerintah di daerah.

Selain itu, sambung dia, rombongan juga ke Zaanse Schans (ZS) Zaandam di Belanda yang merupakan saksi sejarah dalam industri dan masuk daftar ERIH (European Route of Industrial Heritage).

Salah satu agenda penting di Belanda, mengunjungi Rotterdam, mengikuti kegiatan kursus yakni Executif Course on Urban Management and Local Economic Development di IHS (Institute of Housing and Urban Development Studies yang dahulunya adalah Bauw Centrum).

Informasi yang dihimpun, beberapa Bupati juga akan melaksanakan Studi Tiru Internasional di Belgia, Jerman dan Perancis. Di antaranya Kohl, kota sejarah dengan peninggalan gereja ‘Kolnerdom’ dan pernah menjadi ibukota Jerman Barat.

Kemudian Brussel, Belgia yang merupakan perpaduan antara kebudayaan Perancis dan Flemish (Belanda) dan merupakan pusat perdagangan cokelat dunia. Mereka juga akan melihat Pembangunan Industri Pengolahan Kulit Tas di Paris. Dimana sebuah merk Perancis membuka cabangnya di Pantin, di Seine-Saint-Denis, Rue Auger, tidak jauh dengan pusat Kota Paris.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia