Dewan: Sidak Proyek Terlambat!

BOGOR, kabar1.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Iswahyudi menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor lambat dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek-proyek APBD yang mengakibatkan terancam meningkatnya angka Silpa ditahun ini.

“Ya sekarang kalau Sekda dan Bupati Bogor gencar melakukan sidak, itu lambat. Sekarang sudah akhir tahun. Kenapa tidak pas anggaran turun dan pemenang lelang ditentukan sidaknya,” cetus Iswahyudi.

Menurut Iswahyudi, gagal lelang yang selalu dikatakan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) karena waktu yang tidak memungkinkan (mepet-red) hingga menumpuk di akhir tahun, itu adalah alasan klasik yang sedari dulu diucapkan oleh SKPD.

Baca juga :  Lolos Verifikasi, Tahun Ini Satu Ponpes Di Lebak Dua Kali Menerima Bansos

“Itu alasan klasik dari dulu. Kalau memang karena waktu yang mepet, kenapa tidak dilakukan sejak awal tahun lelangnya,” katanya menambahkan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, total ada 21 paket lelang yang gagal. Di antaranya delapan proyek jalan rusak yang total anggarannya mencapai Rp88,9 miliar. Meliputi Jalan Laladon-Kreteg Ciomas (Rp12.114.000.000), Jalan Jasinga-Tenjo Jasinga (Rp7.500.000.000), Jalan Tenjo-Singabangsa Tenjo (Rp8.400.000.000), Jalan Telukpinang-Banjarwaru Ciawi (Rp4.200.000.000), Jalan Banjarwaru-Tapos Ciawi (Rp7.560.000.000), Jalan Jampang Ciseeng Kemang (Rp8.300.000.000), Jalan Babakan Raden-Batas Bekasi Cariu (Rp4.000.000.000) dan Jalan Altenatif Terminal Laladon Dramaga Tahap III (Rp36.826.000.000).

Baca juga :  Ya Allah, Pemkab Cianjur Belom Lirik Abah Engkan

Selain itu, 7 paket milik Dinas PUPR yang mengalami gagal lelang dipastikan akan menjadi Silpa ditahun ini. Diantaranya adalah, adalah, belanja modal pengadaan kontruksi irigasi (rehabilitasi saluran Situ Cibeureum, Bojonggede) dengan pagu RP 789 juta. pembangunan ruang operasional dan garasi di wilayah ciseeng Rp 2.625.000.000.

Baca juga :  Pohon Kelapa Milik Pemkab Cianjur Mengering

Rehabilitasi fungsi jaringan irigasi Banjarwaru, Kecamatan Ciawi Rp 898 juta. Rehabilitasi saluran Cikupa wilayah Cibinong Rp 683 juta. Belanja modal pengadaan kontruksi jaringan irigasi Perumahan Griya Yasa Lestari wilayah Bojonggede Rp 622 Juta. Pembuatan TPT kali Cibeber, Kecamatan Citeureup Rp 583 juta dan Jembatan Cikaret pada ruas Jalan Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari Rp 840 juta. (FUZ)






Pos terkait