Dewan Cium Indikasi Kepentingan di Hotel Sayaga

BOGOR, kabar1.com – Mundurnya pembangunan Hotel Sayaga di kawasan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, rupanya dinilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bukan semata-mata karena adanya kegagalan dalam proses lelang.

Menurut anggota Komisi II DPRD rifdian Suryadharma, mundurnya proyek hotel ini bukan murni karena kesalahan PT Sayaga selaku pengelola,  tapi jauh dari itu,  ada masalah lain yang harus digali.

Baca juga :

Akan tetapi ia tak ingin terlalu dalam membeberkan persoalan ini. Karena menurutnya,  satu sumber kegagalan yang ada dalam pembangunan Hotel Sayaga masih soal penganggaran.

“Ya mengapa ini diundur lagi. Berarti kan masih ada masalah didalamnya,” kata Rifdian, beberapa waktu lalu.

Melihat kondisi seperti ini, Rifdian mengaku pesimis jika hotel senilai Rp 33 miliar itu rampung sesuai target yang ditentukan. “Jelas saya pesimis, DED nya saja belum. Sesuai target yang ditentukan seharusnya hotel ini sudah ada diakhir tahun 2017 ini,” cetusnya.

Diterangkannya,  pengajuan Pemda Kabupaten Bogor untuk membangun hotel itu dilakukan diawal tahun 2016 tepatnya 1 Januari.

“Target waktu diselesaikannya bangunan hotel itu dua tahun setelah persetujuan penganggaran dari dewan.  Tapi lihat, waktu sudah memasuki bulan ke 15 (Januari 2016-Maret 2017), masih ada persoalan seperti ini,” ungkap Politisi PPP itu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor,  Adang Suptandar masih berharap proyek ini dapat terselesaikan tahun 2017, meskipun ada kegagalan lelang. “Saya ingin ada percepatan, semoga lelang kedua tidak ada gagal lagi,” jata Adang.

Sebelumnya, kegagalan lelang ini dijelaskan Direktur Utama (Dirut) PT Sayaga Wisata Supriyadi Jufri. Dari 189 pendaftar yang sudah masuk, 14 diantaranya upload dan hanya satu yang lolos.

“Ya gagal lelang, karena minimal ada tiga pemenang. Namun kalaupun pembukaan kedua yang masuk hanya dua yang lolos, kita jalan,” jelasnya.

Melihat kondisi seperti ini,  Jufri,  begitu ia disapa mengaku lebih baik memundurkan proyek ini satu hingga dua bulan ketimbang harus menabrak aturan yang ada karena memaksakan proses pembangunan. Sebab, kemunduran untuk kualifikasi hanya 8 hari.

Namun begitu, Sayaga pun coba instropeksi apa penyebab gagal lelang ini. “Kemarin kita coba cari apa yang memberatkan dalam proses ini. Awalnya memang sayaga ingin standarisasinya spesifik hotel dan memang khusus orang yang punya kemampuan membangun gedung multi hunian. Mungkin sayarat itu dianggap berat,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, persyaratan tersebut sangatlah umum. Karena spesifikasi membangun hotel itu sama dengan spesifikasi membuat rumah sakit. “Kalau dibilang tidak menarik, buktinya ada 189 yang daftar. Namun memang baru satu yang masuk dan belum memenuhi syarat untuk mulai jalan. Tapi untuk upload kita sudah buka lagi dari Selasa. Dan target kita Bulan Juni sudah mulai dibangun,” terangnya.

Diketahui, dengan penyertaan modal Rp 75 miliar, perusahaan pelat merah milik Kabupaten Bogor itu telah merampungkan berkas pelelangan pembangunan hotel bintang tiga.

Untuk pembangunan fisik, direksi PT Sayaga Wisata mengalokasikan Rp 33 miliar. Harapannya, 100 kamar bisa disiapkan lengkap dengam ballroom dan kolam renang yang berdiri di atas lahan seluas 3000 meter persegi.

Pembangunan  gedung hotel ini ditargetkan rampung tujuh bulan. Artinya,  kalau mulai dikerjakan Maret atau April, di Bulam November, gedung sudah selesai, sehingga tahun 2018 beroperasi.

“Pasar kita sudah jelas, minimal 40 sampai 50 persen kegiatan rapat SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor digelar di Hotel Sayaga, sisanya kami mencari pelanggan dari tamu-tamu yang berkunjung ke Cibinong,” ungkapnya.FUZ

Ads MIH
Loading...
KABAR1 TERKINI
Komentar
Loading...