Home / Potensi Wilayah

Kamis, 6 Agustus 2020 - 00:21 WIB

Desa Bersih Narkoba di Cipendawa Diresmikan

CIANJUR – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif, menghadiri langsung peresmian Desa Bersih Narkoba di Desa Cipendawa  Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Rabu (5/8/2020).

Berdasarkan pantauan dilapangan, tiga rumah warga yang dikunjunginya secara acak dilakukan tes urine dan hasilnya negatif semua. Hal ini membuktikan bahwa desa Cipendawa sudah layak disebut sebagai desa bersih narkoba.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi Pemda Cianjur bersama BNN Kabupaten Cianjur dan semua Muspida Kabupaten Cianjur yang telah membuat satu sistem jaringan regulasi penanggulangan pemberantasan dan rehabilitasi narkotika dengan melibatkan warga sampai ke desa-desa dan RT/RW,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif, usai acara, Rabu (5/8/2020).

Baca juga :  Desa Parung Panjang Bentuk Pemuda Berjiwa Enterpreneurship

Kunjungan ke rumah-rumah ini, lanjut dia, adalah satu bentuk ketahanan keluarga yang akan menjadi ketahanan nasional dalam upaya pencegahan pemberantasan narkotika.

“Karena masalah narkotika ini bukan main-main selain masalah dunia juga masalah di desa-desa di Jawa Barat khususnya adalah desa urban,” katanya.

Dia mengungkapkan, pengungkapan narkoba saat pandemi covid-19 malah meningkat di wilayah Bandung, Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.

“Saya perintahkan jajaran saya bersama-sama Muspida untuk menangkap pengedarnya sembuhkan penggunanya cegah jangan sampai mencoba yang lainnya,” katanya.

Dia mengapresiasi apa yang dilakukan di Cianjur dan akan menjadi percontohan untuk daerah lainnya di Jawa Barat.

Baca juga :  Objek Wisata Religi Salakanagara Cihunjuran Pandeglang Butuh Sentuhan Pemerintah

“Akan saya laporkan apa yang dilakukan di Cianjur ini kepada pimpinan saya dan pak gubernur yang sangat efektif karena masyarakat sadar dan menjadi budaya lokal setempat, kalau sudah begitu siapa yang berani melawan budaya,” katanya.

Sufyan menjelaskan, beberapa kegiatan pengungkapan selama pandemi covid-19 di antaranya pengungkapan 4 kilo sabu di Bandung, kemudian ganja 50 kilo di Bogor, 60 kilo ganja di Cianjur kemudian di Karawang 100 kilo ganja dan 160.000 pil ekstasi. Menurutnya, ada tiga jalur peredaran narkoba melalui wilayah, utara Pantura jalur tengah dan jalur selatan selatan.

Baca juga :  Kabupaten Bogor Sudah Terjual?

“Ternyata masa pandemi peningkatannya bisa sampai 200%, masih banyak pintu dan banyak jalan peredarannya bukan hanya nasional tapi internasional,” katanya.

Kepala BNN Cianjur, AKB Dr Basuki SH MH, mengatakan, kegiatan desa bersih narkoba diawali dengan regulasi dan aturan spesifiknya ada di perda.

“Setelah ada perda ditindaklanjuti dengan SK Tim terpadu untuk melakukan pencegahan tim terpadu ada di kabupaten, kecamatan, sampai desa,” katanya.

“Desa akan mengeluarkan peraturan desa  kenapa dibuat perdes, karena ini sebagai payung hukum untuk membuat pemetaan anggaran, sehingga untuk pertanggungjawaban setelah ada regulasi ada perencanaan,” pungkasnya. DIE

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Politik

Herdiat – Yana Ditetapkan Menang Di Pilkada Kabupaten Ciamis 

Daerah

Parung Panjang Surganya Pengusaha Nakal

Potensi Wilayah

Ini Jejak Rekam ‘Si Raja Ngecor’ dari Bogor

Potensi Wilayah

Gelaran WDC, LH KBB Kolaborasi Dengan Satgas Citarum Harum