Degradasi Lahan Puncak Akibat Ulah Manusia

BOGOR, kabar1.com – Koordinator Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak Ernan Rustiadi mencatat pada Februari-Maret 2018 terdapar sedikitnya 55 titik rawan longsor di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Erosi pada hulu, sedimentasi pada hilir mengindikasikan kawasan DAS sudah rusak. Banyak peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Puncak karena sudah degradasi dan pembangunan yang sudah tidak lagi sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Daya dukung yang turun berpengaruh rentan menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Ernan.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan lainnga menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di kawasan Puncak agar pembangunan dapat dikendalikan dan meminimalisir dampak lingkungan seperti longsor dan banjir.

“Kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung dan sungai Ciliwung tidak bisa dipisahkan karena satu kesatuan yang terkait. Sehingga perlu dikelola secafa terpadu melintasi batas administrasi. Kolaborasi semua pihak dalah syarat keberhasilan rehabilitasi ekologi di kawasan Puncak,” pungkas Ernan.

Sementara itu, Forest Watch Indonesia (FWI) mencatat sebanyak 5,7 ribu hektare hutan alam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung telah hilang. Jumlah tersebut tercatat mulai tahun 2000 hingga 2016.

“Saat ini hutan di DAS Ciliwung hanya menyimpan 3,4 ribu hektare hutan alam atau hanya 8,9 persen dari total luas DAS Ciliwung. Padahal wilayah DAS harusnya mempunyai tutupan sekitar 30 persen dari total luas,” kata Pengkampanye FWI Anggi Putra Prayoga, dalam kegiatan ‘Ekspose Program Pemulihan Ekosistem Kawasan Puncak Sebagai Hulu DAS Ciliwung’, di Cisarua, Bogor, Selasa (3/4/2018) lalu.

Menurutnya, salah satu penyebab berkurangnya hutan alam di kawasan DAS Ciliwung, karena alih fungsi lahan hutan lindung menjadi bangunan. Akibatnya, kerusakan ekologi DAS Ciliwung menyebabkan terjadinya bencana longsor di wilayah hulu (Puncak).

“Itu kalau di wilayah hulu. Kalau di wilayah hilir (Jakarta) bisa terjadi sedimentasi dan bencana banjir setiap musim hujan tiba,” jelas Anggi.

Anggi menambahkan, kawasan Puncak merupakan hulu DAS Ciliwung menjadi satu di antara DAS prioritas Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pembangunan Jangka Menengah Nasional (PJMN).

“DAS Ciliwung masih menyimpan tutupan hutan yang berperan sebagai daerah tangkapan air, sekaligus memanajamen sistem tata kelola air yang menyangga kehiduoan di Ibu Kota. Tapi tutupan hutan DAS Ciliwung kini hanya ada di 9 desa di dua kecamatan yaitu di Cisarua dan Megamendung, Bogor,” paparnya.FUZ

BERITA TERKAIT
Komentar
Loading...