Dedi Alias Kudeng “Ogah” Akui Kerusakan Cek Dum Dan Poros Desa Di Area Tambang Pasir Nameng

LEBAK, kabar1.com- Dedi Sumarno alias Kudeng yang kerap mengaku wakil bos tambang pasir kwarsa Gunawan, ogah mengakui keberadaan jalan poros Desa dan Cek Dum yang rusak di area tambang blok Cek Dum 16 Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

“Tidak ada Cek Dum dan jalan poros Desa di area tambang kami. Saya ada buktinya ko,” kilah Dedi pada kabar1.com, beberapa waktu lalu,” Ditemui di Rangkasbitung.

Namun demikian, saat dimintai bukti seputar pernyataannya itu, Dedi Sumarno justeru tidak dapat menunjukannya.

Masih kata Dedi Kepala Desa Cimangeunteung Kecamatan Rangkasbitung, berharap agar pemberitaan polemik tambang di Nameng yang kerap dirilis media ini untuk lebih berimbang. Untuk itu, atas nama Gunawan bos tambang pasir kwarsa di Blok Cek Dum 16, dirinya berkewajiban untuk menyampaikan hak jawab. 

“Ya, kami harapkan berita soal tambang pasir di blok Cek Dum Nameng berimbang lah. Makanya, malam ini saya coba menyampaikan pesan dari bos Gunawan,” Ujarnya.

Baca juga :  Pembongkaran Kios Cipanas-Puncak, Ricuh!

Menyikapi hal itu, Ayi Rubai Ketua Umum Badan Otonomi Fakultas Hukum ( BATOM- FH) Universitas Tirtayasa. Menegaskan bahwa usaha penambangan pasir kwarsa di Nameng, saat ini terindikasi dilakukan tanpa ijin

Baca juga :  Sebulan Hilang Mojang Cantik Asal Cianjur Dicari Keluarga

“Indikasinya, ijin si pengusaha tersebut atas nama pihak lain, sementara kita tahu, Ijin Usaha Penambangan (IUP) tak dapat dipindah tangankan pada pihak lain. Terlebih lagi, ada pernyataan dari pemilik IUP Dadang Sukendar yang tak merasa bekerjasama dengan si pengusaha tambang tersebut, jelas ini indikasi pidana dan pelanggaran atas Undang-undang Undang Mineral dan batuan (Minerba),” Terang Ayi.

Diberitakan sebelumnya, jengah dengan aksi penambangan yang diduga tanpa ijin di wilayah Desanya, mendorong warga dan tokoh masyarakat Desa Nameng menyurati Bupati Lebak Itu Octavia Jaya Baya.

Menjawab sikap warga, Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Lebak pun terjun langsung ke lokasi tambang, yang dipimpin langsung Kasatpol PP Dartim, namun penertiban tersebut urung dilakukan.

Baca juga :  Duit Palsu Rp6 Miliar Ditemukan di Kontrakan

Hasil akhirnya, tim Satpol PP justeru diklaim warga Nameng gagal menutup usaha galian C ilegal tersebut, sebab pihak penambang saat itu mampu menunjukan IUP atas nama Dadang Sukendar, yang seolah-olah IUP yang dikantongi si pengusaha, adalah produk kerjasama dengan pemilik IUP yang sah, padahal IUP tersebut milik orang lain, dalam hal tersebut, Pol PP Lebak dinilai lemah dalam melakukan pengawasan dan penegakan Perda. (AIS/YNS/WNK)