Debit Air Sungai Citanduy Menyusut 

  • Bagikan

KOTA BANJAR, kabar1.com  – Bencana kemarau menerjang dibeberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat, khususnya di Kota Banjar debit air Sungai Citanduy mengalami penyusutan yang sangat cepat. Bahkan permukaan air di sungai Citanduy mulai menyusut, aliran sungai Citanduy ini mengaliri puluhan ribu hektare persawahan di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

 

Berdasarkan pantauan reporter di Bendung Dobo milik BBWS Citanduy tepatnya di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Minggu, (29/07 /2018) tampak terlihat jelas dasar sungai Citanduy terlihat, namun dibagian bendungan atau pintu air tetap masih mengalir, namun tidak seperti biasanya. Aliran tersebut disaluran untuk irigasi ke  Lakbok Kabupaten Ciamis, dan Jawa Tengah.

Baca juga :  Belasan PMKS Digaruk Satpol PP

 

Menurut Sutinggal Bagian Operasi dan Pemeliharaan (OP) sungai BBWS Citanduy menjelaskan, Penyusutan debit  permukaan air Sungai Citanduy sangat tinggi sejak pertengahan Bulan Juli hingga saat ini penurunanya juga lebih cepat. Debit air Sungai Citanduy di Bendung Dobo tinggal hanya tinggal dibagian bendungan, sementara ke bagian sungai tampak menyusut.

Baca juga :  Pencaker Banjiri Job Fair 2018, 6000 Loker Ditawarkan

 

“Jika kemarau terus menerus berlalu maka debit air Sungai Citanduy akan terus menyusut, bisa mengakibatkan area pesawahan yang dialiri irigasi akan kering.” Ucap Sutinggal.

 

“Apabila tidak ada hujan, otomatis debit akan semakin mengecil. Apalagi sampai saat ini bagian huku Sungai Citanduy juga tidak ada hujan,” ujarnya.

Baca juga :  47 Bangunan Liar di Puncak Bogor Batal Dibongkar Hari Ini

 

Lanjutnya, saat ini belum memasuki musim tanam, sehingga kebutuhan air untuk irigasi tidak banyak. Selain menjadi andalan pengairan untuk persawahan, air Sungai Citanduy juga sumber air bagi PDAM baik di wilayah Ciamis maupun Kota Banjar. Sementara untuk persawahan di wilayah Lakbok selatan seluas 4.616 hektare, Kecamatan Sidareja, Kabuaten Cilacap  seluas 9.614 hekatre dan Cihaur seluas 11.923 hektare. DGM






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *