Debat Pilkada, Bupati Yanti Juga Tak Puas

BOGOR, kabar1.com – Tak hanya lima pasangan calon yang merasa kurang puas dengan acara debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor yang digelar KPU di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (9/5/2018), tapi juga orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman, Bupati Nurhayanti.

Meski memgatakan semua program yang disampaikan sudah menyentuh kebutuhan masyarakat, namun menurut Nurhayanti, kurangnya durasi yang diberikan penyelanggara kepada lima paslon yang berdebat, membuat program yang dipaparkan tak tersampaikan dengan baik.

“Semua sudah baik, mungkin kurangnya karena keterbatasan waktu yang diberikan di dalam debat. Saya yakin mereka (lima paslon) mereka memiliki program-progtam yang sangat baik,” kata Nurhayanti, kemarin.

Baca juga :  Bima Arya Didesak Minta Maaf

Kurangnya durasi tersebut juga membuat spekulasi negatif muncul. Kepemimpinan Nurhayanti dinilai masih banyak mengalami kekurangan. Infrastruktur menjadi hal utama yang menjadi sorotan.

Namun begitu, Nurhayanti tak ambil pusing dengam persoalan itu. Karena menurutnya, apa yang disampaikan dan dikatakan lima Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, memiliki kesinambungan program.

“Tidak apa-apa. Karena yang mereka sampaikam ternyata ada kesinambungan dengan program yang saya jalankan. Dan infrastruktur, sebagian sudah saya selesaikan,” ungkapnya.

Baca juga :  Besok, PSBB Diberlakukan di Bodebek

Nurhayanti pun menunggu komitmen lima paslon yang sudah memaparkan semua programnya tersebut untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Bogor ke depannya. “Semua sudah baik, tinggal implementasinya saja nanti bagaimana,” tegasnya.

Sebelumnya, lima Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bogor mengaku tidak puas dengan penyelanggaraan debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018-2023 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (9/5) malam.

Baca juga :  Eselon II Wajib Apel Bersama di Setda

Menyikapi hal ini, Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Murtaqim menjelaskan, durasi waktu dan sesi dalam debat Pilkada ini merupakan aturan main dari pihak televisi yang diakuinya tidak bisa diintervensi oleh pihaknya (KPU-red).

“Dalam acara itu waktunya sampai dua jam, tapi normalnya debat hanya 90 menit. Dan ini sebetulnya menjadi kesempatan paslon untuk membuktikan siapa yang lebih siap dalam memaparkan visi misinya. Dan itu sudah disampaikan saat rapat koordinasi dengan peserta debat,” kata Mustaqim.FUZ