Dana Desa Sudah Ada di Kasda

BOGOR, kabar1.com – Setelah sempat mengalami keterlambatan, Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Bogor kini sudah bisa dicairkan. Kabarnya, dana penunjan dan pendukung program di wilayah tersebut saat ini sudah ada di bagian kas daerah (kasda).

Hal itu pun diakhi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Didi Kurnia.”Kami tinggal menunggu usulan dari kecamatan-kecamatan untuk pencairan,” kata Didi ditemui wartawan di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Senin (9/4/2018).

Menurut Didi, pencairan tersebut bisa langsung dilakukan dengan catatan syarat usulan yang diterima BPKAD sudah memenuhi persyaratan atau lengkap. “Kalau sudah lengkap, Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D) langsung kita tandatangani. Jadi itu tergantung daripada pengajuan kecamatan,” tuturnya.

Baca juga :  Kampanye, Panwas Imbau PNS Cari Aman

Didi menerangkan, lambatnya pencairan DD kemarin, lebih dikarenakan masih banyaknya usulan dari desa yang belum terpenuhi sesuai dengan apa yang diperuntukan dan dibutuhkan.

“Dana desa itu wajib didistribusikan. Namun peruntukannya yang sudah diplot oleh Pemerintah Pusat belum terpenuhi oleh desa,” terang Didi.

Baca juga :  Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas

Didi mengungkapkan, saat ini beberapa kecamatan sudah rampung mengusulkan. Diantaranya adalah Jasinga dan Ciseeng. “Dana Desa sebetulnya tidak ada kendala, tapi ini lebih kepada administrasi,” tutur Didi.

Lebih lanjut Didi mengatakan, pecairan DD tersebut bervariasi diberikan kepada desa tergantung daripada jumlah penduduk, wilayah administratifnya, jadi tiap desa tidak menerima dengan jumlah yang sama.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Deni Ardiana mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengirimkan surat ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan pengajuan pembangunan. “Kita sudah mengirim surat ke mereka (kecamatan-red) untuk segera diusulkan. Ini pencairan tahap pertama 20 persen,” kata Deni.

Baca juga :  Fahmi Rangkuti Terpilih Aklamasi Pimpin RAPI

Ia menerangkan, DD yang dicairkan nominalnya berkisar Rp800 juta hingga Rp1 miliar. Sementara untuk desa tertinggal mendapatkan proporsi yang lebih besar, sedikitnya ada 105 desa yang masuk kategori tertinggal. ”Ada 77 persen yang dibagi rata untuk semua desa, kemu­dian 3 persen diperun­tukkan desa tertinggal dan 20 persen melihat keadaan desa,” tandas Deni.FUZ