Cuaca Ekstrem, BPBD Kab Bogor Harus Siaga!

BOGOR, kabar1.com– Siklus cuaca yang cukup ekstrem di Kabupaten Bogor, memaksa Bupati Nurhayanti mengeluarkan warning kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk selalu siap siaga.

Apalagi, dari data yang ada, dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, 24 diantaranya rawan terjadi bencana alam. Bupati Bogor Hj Nurhayanti pun tak menampik bila setengah dari wilayah Kabupaten Bogor memang rawan terjadinya bencana.

“BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran diimbau melakukan koordinasi dengan para Camat agar memonitor situasi dan kondisi serta perkembangan di wilayahnya masing-masing,” ucapnya, Kamis (17/5/2018).

Baca juga :  Pemkab Cianjur Siapkan Pasar Darurat untuk Pedagang Ciranjang

Nurhayanti meminta BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor agar selalu siaga bencana terutama selama bulan puasa ini. “Karena dari 40 Kecamatan ada 24 Kecamatan yang rawan bencana, untuk itu perlu dilakukan antisipasi penanggulangan bencana,” tambahnya.

Di samping itu, Nurhayanti juga sebelumnya meminta jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor agar melakukan pemantauan dan pengawasan setiap pasar, minimarket dan warung sembako. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga stabiliasi harga bahan pangan selama Bulan Puasa.

Baca juga :  Pemkot Tangsel Dapat Dana Insentif Daerah Sebesar Rp 30 Miliar

“Saya minta Dinas Perdagangan dan Industri berkoordinasi dengan Satpol PP, PD Pasar Tohaga dan para Camat di wilayah masing-masing untuk melakukan pengawasan dan razia ke pasar tradisional, minimarket, dan warung sembako,” paparnya.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu juga Disdagin Kabupaten Bogor untuk mengawasi peredaran makanan kadaluarsa tidak layak konsumsi. Sehingga lonjakan kenaikan harga kebutuhan pangan dan peredaran makanan yang sudah kadaluarsa tidak beredar di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca juga :  Warga Cilebut-Bojong Gede Minta Pintu Perlintasan KA

“Begitu juga makanan yang mengandung formalin atau bahan pengawet, daging busuk atau gelonggongan, ayam tiren yang tidak layak untuk di konsumsi, perlu diawasi agar tidak beredar di Kabupaten Bogor,” tandasnya.FUZ*






Pos terkait