Coran Dibuka Satgas, PT Indoputra Utamatex Tambah Kapasitas Recycle

CIMAHI, kabar1.com – Mampu menunjukkan hasil pengolahan limbahnya sudah jauh lebih baik dan melakukan pembenahan IPAL, PT Indoputra Utamatex secara resmi lubang pembuangan limbah yang sebelumnya ditutup oleh Satgas Citarum Sektor 21, mulai hari ini (Selasa, 7/8) dibuka kembali.

Pabrik tekstil yang berlokasi di Jalan Nanjung 115-117 ini bahkan telah memasang kolam ikan di ujung saluran pembuangan limbah (outfall) sebagai indikator bahwa limbah yang dibuang sudah aman bagi lingkungan dan ekosistem sungai.

“Kami akan pertahankan terus menerus seperti ini, sebagai bentuk dukungan program citarum,” ujar Peter Wijaya, Dirut PT Indoputra Utamatex saat mendampingi Dansektor 21 mengecek IPAL di pabriknya, Selasa (7/8).

Baca juga :  3.316 Wanita di Bogor Menjanda

Dijelaskan Peter, sebenarnya sejak tahun 1991 pihak pabrik terus meningkatkan perbaikan IPAL nya, bahkan sudah sejak lima tahun yang lalu perusahaannya telah mampu me-recycle (daur ulang) limbahnya. “Dengan adanya penutupan kemarin, kami evaluasi kembali dan lakukan perbaikan. Kami menambah bak filter untuk memaksimalkan limbah yang dihasilkan,” terangnya.

“Ya hikmahnya setelah penambahan filter, kami malah mampu menambah kapasitas recycle lebih dari 50 persen,” tambahnya.

Meski menelan biaya tambahan untuk pengolahan limbahnya, ada konsekuensi yang didapat oleh pihak manajemen pabrik. Dengan mengoptimalisasi IPAL, perusahaan merogoh kocek tambahan biaya, namun disisi lain diuntungkan karena kapasitas recycle meningkat secara otomatis menghemat biaya kebutuhan air tanah.

Baca juga :  Taman Lalu Lintas dan Perpustakaan Anak Polres Subang Resmi Dibuka Untuk Umum

Masih menurut Peter, dengan adanya program citarum harum dan TNI sebagai Satgas Sektor yang bertugas menjaga ekosistem sungai diharapkan agar diterapkan di semua pabrik tekstil. Dirinya juga menyayangkan adanya kebingungan bagi sebagian pelaku industri terkait peraturan yang berlaku tentang parameter limbah oleh pemerintah.

“Saya sangat mendukung program revitalisasi citarum, hanya saja ada kebingungan peraturan mana yang kami (pelaku industri-red) pegang, karena selama ini pabrik kami selalu menaati peraturan bahkan relatif dibawah baku mutu. Tapi kami juga mengerti dan mendukung apa yang diterapkan oleh satgas, karena itu untuk kebaikan lingkungan dan ekosistem sungai,” tuturnya.

“Saya harap regulasi pemerintah menyesuaikan dengan program citarum, agar tidak ada lagi kebingungan bagi pelaku usaha,” harap Peter Wijaya yang juga selaku Wakil Ketua Apindo Kota Cimahi.

Baca juga :  Penganugrahan PWI Kota Bogor, Akan Terapkan Protokol Kesehatan

Sementara, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat berharap agar pihak pabrik terus mempertahankan seperti ini. “Karena ini bagian dalam mendukung program citarum. Pabrik ini sebenarnya sudah mampu memperbaiki hanya dengan waktu 4 sampai 5 hari saja, hanya saja hari ini secara resmi dilakukan pembukaan,” ungkapnya.

Seperti biasanya, usai mengecek dan memastikan hasil limbah pabrik sudah jauh lebih baik, Dansektor 21 meminta komitmen dari pemilik pabrik berupa surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh pihak perusahaan dan Komandan Sektor. CUY






Pos terkait