Bustamar Koto, ‘Si Pemulung yang Visioner’

74
Bustamar Koto. istimewa

BOGOR, kabar1.com – Baru menjabat sebagai General Manager (GM) sejak satu setengah bulan, namun Bustamar Koto berhasil membawa banyak perubahan siginifikan di Bogor Valley Hotel (sebelumnya bernama Arnava-red).

Tak hanya kunjungan tamu yang meningkat tajam, pria yang besar di Kota Medan ini, juga sukses membawa aura positif, baik kepada pengunjung maupun pegawainya. Hebatnya lagi, ayah dua anak ini, tak segan-segan memberikan sejumlah trik-triknya untuk mendapatkan semua pencapaiannya itu.

Kabar1.com pun berkesempatan berbincang langsung dengan sang GM. Dibantu rekan dari media harian Bogor, kami bertemu disebuah loby resto yang berada di lantai 6 Hotel yang terletak di Jalan KH. Sholeh Iskandar Nomor 5 tersebut.

Semilir angin malam menjadi warna lain dalam perbincangan hangat itu. Pada awalnya, Bus, begitu kami memanggilnya untuk mengakrabkan diri, banyak bercerita tentang visi dan misi membangun tentang projectnya untuk Bogor Valley.

Dengan lugas dan taktis serta percaya diri, mantan pemulung ini menjabarkan sejumlah treatmennya untuk Bogor Valley, baik di sisi internal maupun eksternal. Ia pun dengan cekatan menjelaskan sejumlah tips yang akan digalakan di hotel yang berganti nama pada awal September 2017 lalu itu.

Beberapa ‘trik’-nya adalah, pakem tak lazim soal strategi menjaring konsumen, rencana membuat kartu pintar ‘e-money’ lengkap dengan fasilitasnya serta sejumlah agenda yang akan digelar hotel tersebut.

Disisi internal, ia juga akan melakukan sejumlah ‘perubahan’ yang cukup frontal. Salah satunya, tata cara penyampaian salam kepada pengunjung. Tak seperti lazimnya yang hanya mengucapkan salam sembari melekatkan dua tangan di dada, ia memiliki tren lain yang cukup memikat. “Ingin tahu seperti apa?, Silahkan datang ke Bogor Valley Hotel,” singkatnya seraya tersenyum simpul dan menjelaskan, salam ‘tak lazim’ ini memiliki arti tersendiri.

Namun, dari semua itu, yang pasti, Bustamar memang sosok yang memiliki visi dan misi visioner. Semua program-programnya sudah ter-skenariokan dengan baik. Tak hanya soal proses dan capaian akhir, ia juga sudah memikirkan resiko terburuk dari program yang dicanangkan.

Waktu makin larut, namun perbincangan kami kian intens. Bahkan, saking akrabnya suasana, kami pun tak segan-segan banyak bicara soal sisi pribadi. Ia pun banyak bercerita tentang sisi kehidupannya jauh sebelum berkarir di dunia perhotelan.

Mantan Bellboy ini juga tak riskan berbincang soal kisah-kisah romantisme cintanya. “Jujur, saya marah terhadap suasana kehidupan saya. Itu yang menjadikan saya sekarang ini,” papar pria yang sekilas mirip Darius Sinathriya itu.

Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 03.30 WIB, banyak hal didapat. Kami pun mengakhiri pertemuan yang cukup memberikan efek positif. FUZ

Komentar anda