Bupati dan Walikota Bogor Perintahkan Dinkes Deteksi Dini Virus Corona

Bupati dan Walikota Bogor Perintahkan Dinkes Deteksi Dini Virus Corona 1

BOGOR – Bupati Bogor memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk melakukan rapat koordinasi dalam rangka mengambil langkah pencegahan dan antisipatif serta deteksi dini Virus Corona agar tidak menyebar ke Kabupaten Bogor.

Langkah ini dilakukan, sehubungan dengan terjangkitnya virus Corona kepada dua WNI asal Depok yang pernah berinteraksi dengan warga negara asal Jepang yang positif terinfeksi virus Corona.

Langkah yang sama juga dilakukan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang langsung meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat dan Lurah  agar lebih gencar lakukan sosialisasi baik langsung maupun melalui semua kanal media kepada masyarakat terkait cara penularan dan pencegahan Virus Corona.

“Puskesmas agar tingkatkan pemantauan di wilayah untuk melakukan deteksi dini virus Corona dan terus lakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk setiap kemungkinan kasus Corona,” kata Bima.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga diminta agar melakukan pengecekan ulang ke semua Rumah Sakit terkait kesiapsiagaannya. Termasuk sarana ruang isolasi tekanan negatif, sarana prasarana alat pelindung diri (APD) lengkap, SDM dan alur SOP.

“Agar semua Rumah Sakit siap untuk menghadapi kemungkinan penyebaran Covid-19. Tingkatkan kesiapsiagaan dengan melengkapi APD dan ruang isolasi, sesuai aturan dari Kemenkes. Dinas Kesehatan segera membentuk Posko Covid-19 siaga 24 jam untuk menerima laporan apabila ada pasien yang terindikasi Covid-19,” pintanya.

Tak hanya itu, untuk setiap informasi terkait dugaan virus Corona Pemkot membuka layanan sambungan cepat 24 jam 119 atau Posko layanan kegawatdaruratan medis 0251-8363335 dan WhatsApp 08111116093. “Agar warga menghindari  kontak langsung dengan orang yang baru pulang dari daerah/ negara terjangkit wabah Covid 19 dalam  rentang waktu 28 hari sejak kedatangannya di Indonesia atau menghindari bepergian ke daerah/negara yg dinyatakan wabah Covid-19,” sebutnya.

Bina juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai gaya hidup untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Diketahui, kasus baru virus corona di Indonesia terindikasi di Kota Depok Provinsi, Jawa Barat. Hal ini bersumber informasi dari petugas Surveilans Kota Depok.

Dari informasi yang diterima, petugas Surveilans menerima laporan kasus pengawasan COVID-19 di Kota Depok pada tanggal 1 Maret 2020. Kasus pertama menimpa NT (31), seorang perempuan dengan gejala batuk, sesak, demam.

Kronologinya, korban pada 14 Februari ikut dalam acara klub dansa di Klub  Paloma & Amigos Jakarta dengan peserta multinasional. Korban merupakan salah satu peserta merupakan WN Jepang (domisili Malaysia-red), saat kembali ke Malaysia terbukti positif Covid-19 dan dirawat di Malaysia.

Kemudian, 16 Februari kasus menunjukan gejala batuk, sesak dan demam selama 10 hari. Tanggal 26 Februari 2020, kasus berobat ke RS Mitra Depok. Hasil diagnosa RS Mitra Keluarga Depok adalah Broncopneumonia, tersangka Covid-19 infection dengan riwayat kontak kasus positif  Covid-19.

Lalu, tanggal 29 Februari 2020 kasus dirujuk ke RSPI SS tetapi KU sudah membaik (tidak demam, masih batuk-red). Tanggal 1 Maret 2020 kasus diambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum dan telah dikirim ke Litbangkes. Pengambilan spesimen BAL akan dikirim kemudian kasus masuk dalam kategori pengawasan.

Kasus kedua meninpa, MD (64), perempuan dengan gejala demam, sesak nafas, batuk, pilek, lemas. Dengan kronologi pada tanggal 20 Februari 2020 kasus kontak dengan anak an. NT (31) yang diduga memiliki riwayat kontak dengan kasus positif WNA Jepang berdomisili di Malaysia.

Tanggal 22 Februari 2020 kasus mulai menunjukan gejala. Kasus berobat ke RS Mitra Depok, dan diagnose terkena tifoid dd ISPA dan pasien diduga COVID -19. Lalu di tanggal 29 Februari 2020 kasus dirujuk ke RSPI SS.

Tanggal 1 Maret 2020 kasus diambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum dan telah dikirim ke Litbangkes. Pengambilan spesimen BAL akan dikirim kemudian. Kasus masuk dalam kategori pengawasan.

Menteri Kesehatan dalam sambungan telepon meyakini bahwa virus corona tidak ada di rumah mereka atau di lingkungan domisili mereka di Depok. Semoga benar adanya. Situasi saat ini, rumah yang bersangkutan sudah diisolasi.

“Kepada kita semua, mari saling mengingatkan, jaga kesehatan dan kebugaran fisik kita agar imunitas tubuh selalu kuat. Segera melapor ke Rumah Sakit terdekat jika mengalami atau melihat orang terdekat mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas bersamaan,” paparnya.

Diakui Menkes, Pemerintah pusat dan daerah sudah menyiapkan fasilitas isolasi yang baik dan berstandar WHO di banyak rumah sakit. “Pintu masuk ke wilayah NKRI juga sudah dari awal tahun diperketat dengan thermal scanner untuk memastikan kita bisa mendeteksi dengan baik,” tandasnya. */STR

Pos terkait