Bupati Bogor Terima Kunjungan Komisi II DPR RI

BOGOR, kabar1.com – Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor dalam rangka mengecek persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) karena Kabupaten Bogor termasuk salah satu daerah yang mengikuti Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 mendatang. Adapun para anggota komisi II yang berjumlah 25 orang diterima secara langsung oleh Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti di Pendopo Bupati Bogor, pada selasa (27/3/2018).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria yang memimpin acara pertemuan ini menjelaskan kalau kedatangan mereka hanya untuk mengecek persiapan dalam melakukan pelaksanaan Pilkada.

“Jadi kita ingin tahu juga mengenai bagaimana persoalan tentang daftar pemilih hingga persoalan pengawasan dan bagaimana soal calon. Kami berharap agar pelaksaan pilkada di Kabupaten Bogor ini bisa berjalan dengan damai dan jujur. Selain itu juga berharap agar masyarakat antusias untuk memilih. Kita hanya berharap agar kondisi yang aman dan damai ini bisa sampai hingga akhir nanti,” katanya

Baca juga :  Bocimi Macet Parah, Pedagang Asongan Sumringah

Selain itu, koordinasi harus terus dilakukan dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terkait pencairan dana Pilkada, dan pelaksanaan setiap tahapan Pilkada, termasuk koordinasi dengan aparat keamanan guna mendeteksi secara dini setiap potensi ancaman keamanan. “Komunikasi harus juga dibangun oleh pemerintah daerah dengan tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas politik dalam negeri menjelang Pilkada,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor sudah siap untuk melaksanakan Pemilukada Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bogor dengan langkah-langkah yang sudah sepert untuk DPS itu kaitannya dengan perekaman sudah dilakukan jemput bola dan saat ini sedang dilakukan penyelesaian serta untuk pengamanannya pun sudah siap.

Baca juga :  Fahmi Rangkuti Terpilih Aklamasi Pimpin RAPI

“itulah pentingnya desk pemilu memfasilitasi kebutuhan dari KPU dan Panwaslu untuk mensukseskan Pemilukada,”ujarnya.

tahapan dan langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkompimda, KPU, Panwaslu, dan unsur terkait dalam rangka pilkada serentak tahun 2018, antara lain menyiapkan anggaran melalui apbd kab.bogor tahun anggaran 2017 dan 2018,membentuk desk pemilu kepala daerah berdasarkan keputusan bupati bogor nomor 773/375/kpts/per-uu/2017  tanggal 21 juni 2017, tentang pembentukan desk pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa barat serta bupati dan wakil bupati bogor tahun 2018,pembentukan panwaslu kabupaten bogor tanggal 25 agustus 2017 sesuai keputusan ketua bawaslu provinsi jawa barat nomor  52/bawaslu-prov.jb/hk.01.01/viii/2017,pembentukan panwascam se kabupaten bogor tanggal 30 oktober 2017,gelar munggaran pemilihan bupati dan wakil bupati bogor tahun 2018 oleh kpu kabupaten bogor pada tanggal 20 november 2017 di gedung tegar beriman,penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati bogor tahun 2018 berdasarkan keputusan kpu kab. bogor nomor 45/pl.03.2-kpt/3201/kpu-kab/ii/2018 tanggal 12 februari 2018.

Baca juga :  Bocimi Siap Digunakan Mudik Tahun Ini

Selanjutnya menurut Nurhayanti penandatanganan pakta integritas netralitas asn di lingkungan pemerintah kabupaten bogor, ditandatangani oleh sekretaris daerah kab. bogor disaksikan ketua panwaslu kab bogor dengan menghadirkan seluruh kepala skpd/bumd serta camat se kabupaten bogor, penetapan hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati bogor tanggal 13 februari 2018 berdasarkan keputusan kpu kab. bogor nomor  45/pl.03.2-kpt/3201/kpu-kab/ii/2018. FUZ*