Bupati Bogor ‘Plesir’ ke Eropa, Uchok : Jelaskan ke Publik!

  • Bagikan

BOGOR, kabar1.com – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta Bupati Bogor, Nurhayanti menjelaskan dan mempublikasikan soal lawatannya ke Eropa sejak 28 Agustus hingga 6 September 2018 ketika kembali nanti.

Uchok menilai studi banding kepala daerah ke luar negeri yang diongkosi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran. Sebab, seringkali hasil studi banding nihil saat mereka kembali.

“Berangkatnya menggunakan dana APBD artinya itu uang rakyat. Maka kunjungan ke Eropa harus dipublikasikan dan itu hukumnya wajib,” kata Uchok kepada wartawan, Minggu (2/9/2018).

Kepergian Nurhayanti diketahui ditemani oleh dua Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Yani Hasan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembang (Bappeda Litbang) Syarifah Sofiah. Mereka pergi ke empat negara di Eropa, seperti Belanda, Belgia, Jerman dan Prancis.

Baca juga :  Gelar Bazar Murah Pemkab Bogor Jelang Lebaran

Uchok menegaskan, bila kunjungan mereka tidak ada hasilnya, maka Nurhayanti dan dua pejabat yang menyertainya diminta mengembalikan uang rakyat yang telah dipakainya, untuk ongkos pesawat pergi pulang sampai biaya akomodasi selama berada di empat negara Eropa tersebut.

“Biaya untuk pergi ke Eropa itu kan tidak sedikit, parahnya lagi semuanya ditanggung rakyat. Nah, bila hasil kunjungannya tidak ada manfaat atau tidak ada hasil, ketiganya wajib mengganti uang APBD dan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tegasnya.

Sementara, Bupati Bogor Nurhayanti mengaku kepergiannya ke Benua Biru tersebut telah direstui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Sekretariat Negara (Setneg). Nurhayanti mengunjungi Belanda, Jerman, Belgia dan Prancis mengikuti ‘Executive Course on Urban Management and Local Economic Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) dan Studi Tiru Internasional.

Baca juga :  Wabup Bogor Kunjungi Korban Bencana Tanah Longsor Ciawi

Kegiatan itu, kata dia, merupakan program Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). “Tujuan kegiatannya untuk meningkatkan kapasitas kepala daerah dan pejabat daerah soal perencanaan dan pengelolaan tata ruang wilayah,” kata Nurhayanti.

Menurutnya 15 bupati yang mengikuti giat ini juga mendapatkan pelatihan singkat mengenai sistem pengelolaan pemerintahan, pelayanan umum dan kiat-kiat pengembang perekonomian daerah, karena kegiatan yang dibiayai APBD itu sekaligus membentuk forum bisnis daerah.

Di Belanda, kata Yanti, ada beberapa lokasi penting serta bersejarah yang akan dikunjungi, diantaranya Courtessy Call ke Kedutaan Besar Republik (KBPRI) Belanda dan Belgia sekaligus menjalin kerjasama antara pihak KBRI sebagai penghubung Indonesia di luar negeri, dengan pemerintah di daerah.

Selain itu, sambung dia, rombongan juga ke Zaanse Schans (ZS) Zaandam di Belanda yang merupakan saksi sejarah dalam industri dan masuk daftar ERIH (European Route of Industrial Heritage).

Baca juga :  MRT Ubah Jadwal, Banten KLB, Bogor Minta Warga Berdoa

Salah satu agenda penting di Belanda, mengunjungi Rotterdam, mengikuti kegiatan kursus yakni Executif Course on Urban Management and Local Economic Development di IHS (Institute of Housing and Urban Development Studies yang dahulunya adalah Bauw Centrum).

Informasi yang dihimpun PAKAR beberapa Bupati juga akan melaksanakan Studi Tiru Internasional di Belgia, Jerman dan Perancis. Di antaranya Kohl, kota sejarah dengan peninggalan gereja ‘Kolnerdom’ dan pernah menjadi ibukota Jerman Barat.

Kemudian Brussel, Belgia yang merupakan perpaduan antara kebudayaan Perancis dan Flemish (Belanda) dan merupakan pusat perdagangan cokelat dunia. Mereka juga akan melihat Pembangunan Industri Pengolahan Kulit Tas di Paris. Dimana sebuah merk Perancis membuka cabangnya di Pantin, di Seine-Saint-Denis, Rue Auger, tidak jauh dengan pusat Kota Paris.

 






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *