Bukti Ilmiah Vitamin Mampu Mencegah Pandemi Covid-19

Oleh : dr. Akhmad Isna Nurudinulloh

Sebanyak 2.365 spesimen diperiksa, 450 kasus mengkonfirmasi Covid-19, 38 kasus meninggal dunia, 22 spesimen masih proses pemeriksaan (Update 22 Maret 2020, Pukul 12.00 WIB).

Banyaknya kasus Covid-19 mengkhawatirkan masyarakat secara luas. Berbagai cara diupayakan untuk menjaga kesehatan, tak terkecuali mengkonsumsi vitamin dan mineral. Namun, tahukan vitamin dan mineral apa yang secara ilmiah terbukti mencegah penyakit Covid-19?

  1. Mineral Zinc

 Zinc merupakan mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta untuk menjaga kesehatan jaringan tubuh. Pada November 2010, jurnal ilmiah riset kedokteran yang diteliti oleh para peneliti dari Belanda dan Amerika Serikat dipublikasikan. Jurnal tersebut menyebut bahwa Zinc terbukti secara efektif merusak dan menghambat replikasi virus SARS-CoV, penyebab penyakit SARS.

Mengingat SARS-CoV-2, penyebabkan penyakit Covid-19, merupakan  1 keluarga dengan SARS-CoV, diharapkan Zinc dapat berefek dalam merusak dan menghambat replikasi virus penyebab penyakit Covid-19 di dalam tubuh kita. Maka, selain untuk menjaga kesehatan jaringan tubuh, bila virus SARS-CoV-2 masuk, diharapkan replikasinya di dalam tubuh dapat dirusak, kemudian daya tahan tubuh kita segera mengenali dan membunuhnya. Harapan ini sejalan untuk mencegah penyakit Covid-19.

Bila tidak mendapatkan multivitamin yang mengandung Zinc, jangan khawatir, kita bisa mendapatkan Zinc secara alami dari makanan kita. Makan yang mengandung Zinc antara lain : daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, bayam, beras merah, bawang putih, dan oatmeal.

Menjadi catatan khusus bagi Ibu Hamil dan Menyusui. Zinc memiliki kategori obat C. Studi pada binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Zinc hanya digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Suplemen Zinc juga terserap ke dalam ASI, sehingga menyebabkan kekurangan tembaga pada bayi.

Sumber : www.ncbi.nlm.nih.govSumber : www.ncbi.nlm.nih.gov

  1. Vitamin C Dosis Tinggi

Vitamin C dikenal peranannya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas terhadap infeksi dan sebagai anti oksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Lebih lanjut, ternyata Vitamin C juga memiliki peranan penting dalam mengobati dan mencegah penyakit Covid-19.

Pada 20 Maret 2020 diselenggarakan Webinar Live oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Disebutkan bahwa pemberian Vitamin C dosis tinggi secara intravena terbukti memiliki keterlibatan dalam membunuh virus dan mencegah replikasi virus. Kini, pemberian Vitamin C dosis tinggi menjadi salah satu rekomendasi terapi pasien yang dirawat inap karena Covid-19. Dosis dalam terapi 50 mg sampai 200 mg per-Kilogram Berat Badan per-hari, tergantung ringan beratnya penyakit.

Selain rekomendasi terapi, Vitamin C Dosis Tinggi juga disebutkan dapat diberikan dengan tujuan mencegah penyakit Covid-19. Dosisnya sama dengan dosis terapi. Namun, perlu diketahui, menurut penelitian dosis setinggi itu dapat meningkatkan resiko kejadian Batu Ginjal dengan Relative Risk (RR) 1.43 (1.15-1.79) dalam periode konsumsi 4 Tahun.

Menurut rekomendasi yang tertuang dalam Permenkes No.75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia, kebutuhan Vitamin C bagi orang dewasa rata-rata 90 mg/hari saja, dan ibu hamil 100 mg/hari. Namun, rekomendasi tersebut adalah rekomendasi umum, dan bukan dalam situasi penularan Covid-19. Agar salah satu tujuan konsumsi Vitamin C yakni keterlibatan membunuh virus dan mencegah replikasi virus terjadi, maka dosis tinggi diupayakan.

Mengingat rekomendasi dosis tinggi pemberian Vitamin C, juga mempertimbangkan resiko kejadian Batu Ginjal, maka rekomendasi Penulis pribadi berpendapat bahwa cukup bagi orang dewasa untuk mengkonsumsi 500 mg-1.000 mg/hari (tidak perlu per-Kilogram Berat Badan lagi) bagi yang saat ini isolasi diri di rumah, dan konsumsi 1.000 mg-2.000 mg/hari untuk yang beraktifitas fisik di luar. Dan dosis ini hanya selama situasi wabah Covid-19.

Bukti Ilmiah Vitamin Mampu Mencegah Pandemi Covid-19 109Sumber : Webinar PAPDI 20 Maret 2020

Demikian, vitamin dan mineral yang secara bukti ilmiah diharapkan mampu mencegah bahkan mengobati penyakit Covid-19. Tentu saja, kedua vitamin dan mineral ini bukan satu-satunya modal untuk menjaga kesehatan kita dan mencegah penularan Covid-19. Gaya hidup sehat, istirahat yang cukup, olahraga rutin, hingga makan makanan bergizi turut berperan dalam mencegah penularan Covid-19.

Semoga bermanfaat.
#TubuhSehatIbadahKuat


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
0
+0 (24 Jam)
Meninggal
0
+0 (24 Jam)
Sembuh
NAN%
Reaktif
0
NAN%