Bukit Sengked Longsor, Balita Tewas

BOGOR, kabar1.com – Akibat derasnya guyuran hujan di kawasan Kampung Sengked RT.03/RW. 03 Desa Babakan, Kecamatan Dramaga yang berlangsung sejak pukul 14:00 wib pada Rabu (16/5), membuat tembok penahan tebingan (TPT) berukuran 6 X 6 meter pada bukit yang rawan longsor yang ada disekitar pemukiman padat penduduk tersebut, ambrug.

Tak ayal lagi, dengan ambrugnya tembok penahan tebingan tersebut, langsung menghantam rumah milik Keluarga Zaenul Arif hingga menyebabkan balita bernama Anugrah Giopan Saputra (5) meninggal dunia seletika, sedangkan neneknya bernama Enap (75) mengalami luka pada bagian Kaki karena tertimpa Tembok.

Baca juga :  47 Bangunan Liar di Puncak Bogor Batal Dibongkar Hari Ini

Kapolsek Dramaga AKP. Budi Santoso membenarkan, peristiwa robohnya Tembok Penahan Tebingan yang berada dibelakang rumah kediaman korban, akibat tak kuat menahan derasnya guyuran derasnya air hujan yang turun sejak siang hingga malam hari.

Baca juga :  SK Guru Honor Terbentur Kementrian

“Peristiwa terjadi pada pukul 18:00 wib jelang magrib.” kata Kapolsek Dramaga, Akp. Budi Santoso, saat dihubungi wartawan.

Menurut Kapolsek, akibat peristiwa ambrugnya TPT itu, menyebabkan seorang balita tewas seketika, sedangkan neneknya selamat dengan luka pada pergelangan kakinya akibat tertimpa tembok bangunan. “Keluaga maupun korban berhasil kami evakuasi.”ungkapnya.

Baca juga :  Sungai Cimanuk Rumpin Tercemar, Kades Gintung Geram

Korban balita yang meninggal,  bersama neneknya yang luka luka, sambung Kapolsek, langsung dibawa kerumah sakit untuk mendapat penanganan intensif.

“Sedangkan akibat longsornya tembok penahan tebingan bukit yang menghancurkan rumah warga, sudah menyebabkan kerugian materi sebesar Rp. 70 juta.” pungkasnya.FUZ