BPN Kota Bogor Diduga Terbitkan Sertifikat Ganda

BOGOR, kabar1.com – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor diduga kuat telah menerbitkan Sertifikat ganda pada bidang tanah yang sama. Pertama terbit SHM 642 pada tahun 1998, atas nama Ny. Erisnon, luas 400 M2/Tegal Gundil, yang telah dibalik nama pada tahun 2007 atas nama Ny. Inna Sutrani. Kedua terbit SHM No. 1635 pada tahun 2002 atas nama Sulistyo AS luas 397 M2/Tegal Gundil.

Adanya sertifikat ganda yang merupakan produk dari Kantah Kota Bogor tersebut dan diakui oleh pihak Kantah, dapat dilihat dengan dilakukannya mediasi oleh bagian Sengketa Konflik Pertanahan (SKP) yang berlangsung pada Selasa (21/3) kemaren. Tampak hadir dalam mediasi tersebut Ny. Inna Sutrani, Sulistyo AS, namun tak terdapat kata sepakat, sehingga akan dilakukan mediasi kembali.

Baca juga :  Pejabat di Kabupaten Bogor Kena OTT Polisi

“Karena tidak ada kata sepakat, maka akan dilakukan mediasi kembali,” ungkap suami Ny. Inna Sutrani, Ade Syahban usai mengikuti mediasi yang berlangsung pada Selasa (21/3) kemaren di Kantah Kota Bogor. Ade menyayangkan petugas penetapan batas Ujang Suryaman dari Kantah Kota  Bogor dalam proses penerbitan SHM No. 1635 yang turut diundang tidak hadir tanpa keterangan.

Menurut Ade, sebelum dilakukan mediasi, pihaknya pada Agustus 2017 telah mohon untuk dilakukan pengukuran ulang untuk pengembalian batas. Hasilnya bidang tanah sesuai dengan SHM No 642 pada tahun 1998, atas nama Ny. Erisnon, luas 400 M2/Tegal Gundil, yang telah dibalik nama pada tahun 2007 atas nama Ny. Inna Sutrani. Jadi tidak ada yang salah pada SHM No 642 tersebut.

Baca juga :  Operasi Preman, Polsek Parung Kuda Amankan 31.560 Butir Petasan

Tapi, kata Ade, entah kenapa Kantah Kota Bogor nekat menerbitkan SHM No. 1635 atas nama Sulistyo AS luas 397 M2/Tegal Gundil tersebut. Ade Syahban yang juga adalah Direktur Tehnik PDAM Kota Bogor itu menyayangkan sekali ada dua sertifikat pada satu bidang tanah yang sama. Ade tidak mau su’uzon bahwa penerbitan SHM ganda itu diduga syarat Dengan Kolusi Korupsi dan Gratifikasi.

Sementara itu, Sulistyo dalam kronologis kepemilikan tanah SHM No 1635/Tegal Gundil atas nama dirinya, tanah dibeli dari Ny. Sopiah tahun 1987. Tapi kapan dimohon untuk diterbitkan SHM nya, tidak ada penjelasan, yang ada tanah tersebut diukur 3 November 2016 oleh Ujang Suryaman. Padahal pada tanah dimaksud telah terbit SHM No. 642/Tegal Gundil tahun 1998, jadi ada dua SHM.

Baca juga :  Nekat, Pelaku Kriminal Ini Nyaris Tipu Kapolsek

Terkait adanya dua sertifikat pada satu bidang tanah yang sama, luas 400 M2/Tegal Gundil terletak di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kepala Kantah Kota Bogor Ny. Ery yang akan dikonfirmasi di kantornya pada Selasa (20/3) itu belum bisa ditemui, lantaran sedang rapat PTSL. Kantah Kota Bogor untuk tahun 2018 ditargetkan PTSL sebanyak 60.000 SHM.AHP