Bocimi Siap Digunakan Mudik Tahun Ini

  • Bagikan

BOGOR, www.kabar1.com – Progress pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah sampai 95 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berharap, jalur yang sudah dibangun puluhan tahun silam tersebut dapat digunakan pemudik di lebaran tahun ini. Bahkan rencananya, untuk melihat kondisi Jalan Tol Bocimi, Bupati Bogor Nurhayanti akan meninjau kelayakan melalui jalur udara.

“Nanti akan kita tinjau melalui jalur udara,” kata Nurhayanti tanpa memberitahu kapan waktu peninjauan itu dilakukan, kepada wartawan, Minggu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bogor, AKBP Andy Moch Dicky, mengatakan, kabar baik jika Jalan Tol Bocimi dapat digunakan dalam mudik lebaran tahun ini. “Progress yang kami terima katanya sudah 95 persen dan itu sangat memungkinkan sekali untuk dibuka dan digunakan,” kata Dicky.

Dalam waktu dekat ini, kata Dicky, Polres Bogor akan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan lintas sektor membahas mudik lebaran tahun. Menurutnya, yang menjadi pekerjaan rumah adalah pengalihan arus mudik di jalur wisata saat pemudik libur dan pulang.

“Di Bogor banyak jalur wisatanya. Tentu jika Bocimi juga ini akan sangat membantu. Dan kami akan mencoba itu,” tegas Dicky.

Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor , pada tanggal 8 Juni mendatang  akan mulai turun ke lapangan menjelang mudik lebaran. “H-7 sampai H+7 lebaran, kita akan lakukan operasi ke lapangan,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Edi Wardhani.

Ia menjelaskan, dalam pengamanan jalur mudik lebaran, pihaknya memiliki 9 (Sembilan) pos pengamanan yang tersebar di wilayah barat,tengah, timur, selatan dan utara Kabupaten Bogor. Edi mengakui jika titik rawan macet paling krodit setiap tahunnya terjadi di wilayah Puncak.

“Untuk puncak kita terjunkan 25 personel. Sedangkan di jalur lain itu sekitar 10 personel. Total yang kita terjunkan ada 160 personel yang terbagi di 9 pos yang kita punya,” jelas Edi.

Namun begitu, ia menjelaskan bahwa Jalur Puncak belum dapat dilalui oleh kendaraan tonase besar. Bahkan, pihaknya pun akan tetap melakukan pengecekan kelayakan kendaraan (ramcek) untuk memastikan keamanan pengguna jalur.

“Operasi kelayakan kendaraan terus kita lakukan khususnya di wilayah puncak yang merupakan jalur wisata,” tandas Edi.

  • Bagikan