Bocah 7 Tahun Tersengat Listrik, PLN Cianjur Digeruduk Massa

Selasa, 17 Juli 2018 - 18:53 WIB

CIANJUR, kabar1.com – Ratusan orang pengunjuk rasa yang tergabung dalam masyarakat peduli advokasi kemanusiaan, menggeruduk kantor PT PLN Persero Area Cianjur, di Jalan Dr Muwardi By Pass, Selasa (17/7).

 

Mereka menuntut pihak PLN bertanggungjawab terkait seorang anak, Enda Supriyadi (7), yang tersengat aliran listrik Sutet sebulan yang lalu saat berada di rumahnya, di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

Koordinator aksi, Mang Gawel mengatakan, pihak PLN Cabang Cianjur dinilai lalai karena kabel bertegangan tinggi tersebut tak dibungkus dan membahayakan warga.

 

Pihaknya menuntut PLN bertanggung jawab baik secara materil maupun imateril.

Baca juga :  Masyarakat Baduy Usulkan Lahan Pertanian di Perluas

 

“PLN harus bertanggungjawab sesuai dengan UU No 30 Tahun 2009 yang berbunyi PLN harus melindungi dan bertanggung jawab  terhadap pengguna listrik negara,” katanya.

 

Menurut Mang Gawel, korban mengalami luka cukup serius dibagian lengan. Bahkan lanjut dia, bisa mengakibatkan cacat seumur hidup.

“Makanya kami hari ini meminta agar pihak PLN bukan tanggungjawab saja tapi harus memberikan konpensasi kepada keluarga korban”, tegas Mang Gawel.

 

Asisten Manager PLN Area Cianjur, Agung Wicaksono, mengatakan pihaknya sudah menanggapi aksi dari para pengunjuk rasa dan dilanjutkan dengan audiensi.

Baca juga :  Tutup TMMD, Pangdam III Siliwangi Disambut Kesenian Hingga Jadi Saksi Nikah 

 

“Sudah kami tangkap aspirasi mereka, perlu diketahui bahwa PLN sudah datang ke rumah sakit dan membantu santunan, namun keluarga bersikukuh pengobatan alternatif,” ujarnya.

 

Ia mengatakan PLN juga memberikan beberapa alternatif santunan dan bantuan kepada keluarga korban.

 

Dalam audiensi tersebut.  Terlihat anggota DPRD Cianjur Komis IV H Sapturo. Ia mengaku sangat prihatin secara pribadi atas musibah yang menimpa Enda sebagai korban tersengat aliran listrik. Dengan kondisi seperti itu, menurut Sapturo, tangan korban yang hampir putus dan kondisinya kian memburuk.

 

“Saya titip pesan selain anaknya, tolong keluarganya juga diperhatikan,” tegas Sapturo.

Baca juga :  Warga Citorek Timur Merasa Dipermainkan Pemerintah

 

Beberapa tuntutan pengunjuk rasa adalah menuntut pengobatan Enda sampai sembuh dan dibiayai PLN. Menuntut biaya pendidikan Enda sampai perguruan tinggi.

 

Hasil audiensi menyebut bahwa pihak PLN siap memberi santunan Rp 25 juta dan memberikan biaya Rp 1 juta perbulan. Namun hal tersebut ditolak oleh para pengunjuk rasa.

 

Audiensi pun deadlock (belum ada kesepakatan) masing-masing pihak diberi waktu bersama untuk memikirkan masalah ini dalam tiga hari ke depan. Pihak pengunjuk rasa mngancam jika tak ada solusi dalam tiga hari maka masalah akan menempuh jalur hukum.DIE

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Daerah

Tim Intel Korem 062/TN Mengungkap Ilegal Mining

Daerah

Kapolda Jabar Cek Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2018

Daerah

Bank Emok Bikin Resah Warga Sumedang
Peringati HPSN, Komunitas Pegiat Lingkungan Gelar Aksi Kampanye Lingkungan

Daerah

Peringati HPSN, Komunitas Pegiat Lingkungan Gelar Aksi Kampanye Lingkungan