Home / Internasional / Peristiwa

Senin, 4 November 2019 - 16:47 WIB

BNN Gelar Pelatihan Bertaraf Internasional Libatkan 9 Negara

BOGOR, kabar1.com – Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 dunia serta strategis letak geografisnya, Indonesia menjadi daya tarik bagi sindikat narkotika untuk memperluas pasar gelapnya disamping memiliki perkonomian yang terbilang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, saat membuka Pelatihan Internasional bagi Penegak Hukum Narkotika atau “International Training For Law Enforcement” (INARCELL), di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Sukabumi, Senin (4/11).

“Terbukti dengan banyaknya jumlah narkotika yang disita dari jarinan internasional yang berhasil dibongkar tim penegak hukum di Indonesia,” paparnya kepada wartawan.

Baca juga :  Peras Masyarakat, Empat BNN Gadungan Diringkus

BNN Gelar Pelatihan Bertaraf Internasional Libatkan 9 NegaraTentunya, imbuhnya, diperlukan strategi dan sinergitas dari berbagai pihak dalam menghadapi permasalahan tersebut. Meski dirinya mengakui adanya keterbatasan dalam pelaksanaannya.

“Maka itu BNN menggelar pelatihan hingga melibatkan beberapa instansi kementerian atau lembaga dan negara-negara mitra sebagai upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika,” ungkap Heru.

“Pelatihan internasional ini merupakan salah satu bentuk penguatan rencana aksi nasional serta tindak lanjut memorandum of understanding yang telah dibuat BNN dengan negara mitra serta kementerian atau lembaga terkait sebagai wujud komitmen bersama dalam P4GN,” tambahnya.

Baca juga :  Rotasi Perwira Kodam III/Siliwangi

BNN RI menggelar pelatihan yang diikuti oleh aparat penegak hukum narkotika dari beberapa negara seperti Arab Saudi, Timor Leste, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Kolombia, Papua Nugini dan Seychelles (negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia) sebagai wadah sharing informasi, dan meningkatkan kerjasama serta membangun jejaring dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia.

“Saya berharap melalui pelatihan ini, kita dapat meningkatkan kerja sama dibidang intelijen dengan seluruh negara yang terlibat,” pinta Heru.

Sejumlah lembaga kementerian ikut terlibat dalam kegiatan diantaranya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Polri

Baca juga :  Jalan Pasar Parung Kembali Dipadati PKL

“Ini bertujuan agar seluruh peserta mendapatkan pemahaman yang sama tentang permasalahan jaringan dan profiling serta situasi terkini narkotika secara nasional maupun internasional,” tutupnya.

Diakhir acara, beberapa delegasi diajak untuk melakukan penanaman pohon di kawasan PPSDM sebagai simbol sinergitas bersama yang akan tertanam dibenak seluruh pihak yang terlibat. Dengan harapan, seluruh negara dan institusi yang terlibat akan memiliki ikatan yang kuat dalam mewujudkan visi misinya dalam memberantas penyalahgunan dan peredaran narkoba.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Peristiwa

Debit Air Sungai Citanduy Menyusut 

Hukum Kriminal

Satpol PP Kabupaten Bogor Sita Ratusan Miras

Peristiwa

Anggota Peradi Pandeglang-Lebak Minta Muscalub Ada Kejelasan

Peristiwa

Sektor 21 Gencar Tutup Saluran Limbah Pabrik