Home / Peristiwa

Kamis, 5 Maret 2020 - 01:41 WIB

Bima Evakuasi Jenazah Terdampak Longsor

BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin evakuasi dan relokasi jenazah di pemakaman wakaf yang terdampak bencana longsor di Kampung Nangerang RT 03 / RW 06, Ranggamekar, Bogor Selatan, Kota Bogor, belum lama ini. Sebelumnya, longsor yang terjadi pada hari sebelumnya itu menyebabkan 10 makam terbawa longsoran dan mengancam 8 makam yang berada disekitar titik tersebut.

Evakuasi tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, jajaran Muspika dan dibantu warga setempat. Petugas yang dilengkapi peralatan lengkap melakukan evakuasi dengan menggunakan teknik vertical rescue di atas ketinggian tebing 15 meter.

Baca juga :  Kejari Bekuk Terpidana Penipuan Saat Sedang Jualan Sembako

“ Di pemakaman wakaf ini menurut informasi warga memang sudah beberapa kali terjadi longsor. Bahkan, ada ada makam juga yang terbawa aliran sungai Cipinang Gading di bawahnya. Tetapi dalam kejadian kemarin terdata sekitar 10 makam yang terbawa dan 8 makam nyaris terbawa,” ungkap Bima Arya di lokasi.

“Untuk itu, hari ini Pemkot Bogor, BPBD, Muspika dibantu warga, merelokasi sejumlah makam yang posisinya sangat rawan dan kritis. Tadi sudah kebumikan kembali 3 jenazah, satu yang teridentifikasi Almarhum Apud, tadi keluarganya juga mengiringi,” tambahnya.

Baca juga :  3 Tangki Tepung Batu vs 1 Tangki Pertamina Akibatkan Kemacetan Hingga 5 Kilometer

Bima Arya meminta aparat wilayah bersama BPBD secara bertahap merelokasi makam lainnya serta berkomunikasi dengan para ahli waris. “Beberapa makam sangat rawan posisinya. Kita ingin agar semua diperhatikan di sini, jangan sampai ini kemudian terjadi lagi longsor dan terbawa lagi. Hari ini delapan yang direlokasi, tidak menutup kemungkinan akan bertambah berdasarkan perhitungan lokasi yang rawan. Kita geser ke tempat yang lebih aman,” jelas Bima.

Baca juga :  Alumni 74 Bogor Gelar Tepang Sono Almamater SMANSA

Untuk wilayah lain, kata Bima, jajaran Camat dan Lurah untuk terus aktif sosialisasi kepada warga, khususnya yang tinggal di titik rawan longsor. “Sosialisasi jalan terus oleh aparat. Kita inginnya tidak ditinggali. BPBD juga terus memonitor karena intensitas hujan masih akan terus terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatnasyamsah mengatakan, penyebab kejadian tanah longsor di pemakaman wakaf Kampung Nangerang akibat hujan dengan intensitas deras pada Kamis (27/2/2020) dini hari hingga pagi serta akibat terkikis aliran air Sungai Cipinang Gading. */FUZ/STR

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Peristiwa

Gunakan IUP Sebagai Jurus Ampuh, Pol PP Urung Tutup Galian Pasir Di Nameng

Peristiwa

Cegah Teror, 800 Polisi Jaga Gereja

Daerah

Soal Beton Jalan Citeureup Rusak, Ini Tanggapan PLN

Ekonomi

1756 Konsumen Tolak Pailit Grand Asia Afrika Residence Bandung